10 Mitos Tentang Kulit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Andre Penner

    AP/Andre Penner

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak informasi simpang siur mengenai kesehatan kulit dan terkadang membuat bingung. Kebingungan itu makin diperparah oleh iklan-iklan produk perawatan kulit yang sering menyesatkan. Berikut ini adalah sepuluh mitos yang sering kita percaya soal kulit, meski sebenarnya keliru.

    1. Menggelapkan kulit tidak berbahaya
    Kulit yang terpapar sinar ultraviolet UVA dan UVB berisiko 90 persen mengalami penuaan dini. Baik UVA maupun UVB bisa menyebabkan kerusakan kulit, seperti kerutan, kekebalan tubuh terhadap infeksi menurun, dan kanker. Seberapa parah kerusakan kulit tergantung pada seberapa banyak paparan sinar ultraviolet yang diterima dan proteksi dari pigmen kulit.

    2. Jerawat disebabkan oleh makanan
    Jerawat disebabkan oleh sebum atau minyak dalam kulit dan kerusakan pori-pori. Jumlah produksi sebum hanya disebabkan oleh hormon, bukan makanan. Jadi makanan seperti cokelat, gorengan, soda, dan makanan siap saji tak akan mengakibatkan jerawat.

    3. Dermatolog bisa menganalisis segala jenis kulit
    Ilmu kedokteran adalah seni, bukan ilmu alam yang selalu pasti. Dermatolog menghabiskan sedikitnya 3 tahun untuk mempelajari beraneka masalah kulit.

    4. Antioksidan mengurangi kerutan
    Radikal bebas adalah salah satu penyebab kerut di wajah. Lalu, muncullah opini bahwa antioksidan bisa mengatasinya dan membuat kulit lebih muda. Sayangnya, tak ada penelitian yang bisa menjelaskan secara pasti apa antioksidan yang efektif untuk mengatasi masalah kerut tersebut.

    5. Produk perawatan kulit alami yang terbaik
    Banyak produk perawawatan kulit sekarang yang mengklaim dirinya "alami". Padahal, semua jenis kosmetik pasti menggunakan bahan sintetis, meski dengan kadar yang berbeda-beda. Bukan berarti produk perawatan yang terbuat dari tumbuhan lebih baik dibanding yang buatan laboratorium.

    6. Kulit kering menyebabkan kerut
    Kerutan disebabkan oleh banyak faktor seiring usia yang bertambah. Meski kerutan bisa disamarkan dengan memberikan pelembap, tapi tak ada bukti bahwa pelembap bisa memperbaiki kerusakan kulit yang sangat kecil sekalipun.

    7. Produk perawatan kulit yang lebih malah, lebih baik
    Harga produk perawatan kulit bukanlah sesuatu yang mutlak menjadi jaminan lebih baik. Industri kosmetiklah yang membuat pencitraan bahwa produk yang lebih mahal hasilnya lebih efektif. Padahal banyak produk dengan harga terjangkau yang juga efektif.

    VERYWELL l PIPIT

    Berita lainnya:
    Tata Rias untuk Kamu yang Kurang Tidur
    9 Hal Buruk yang Selalu Anda Lakukan pada Kulit
    Ladies, Begini Cara Aplikasikan Nude Make Up


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.