Kenali Temperamen Anak dan Sesuaikan Pola Asuhnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap anak mempunyai karater yang berbeda. Ada anak yang memiliki pola tidur yang tidak teratur, pilih-pilih makanan, atau sulit untuk dekat dengan orang asing. Bahkan ada anak yang sangat mudah akrab dengan orang asing dan bisa makan apa saja.

    Bagi Anda yang memiliki anak dengan ciri-ciri memiliki pola tidur yang tidak teratur, memilih-milih makanan, atau sulit untuk dekat dengan orang asing, berarti anak termasuk tipe temperamen difficult. Anak dengan temperamen ini biasanya membutuhkan waktu paling lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

    Sedangkan anak dengan ciri-ciri sebaliknya adalah anak dengan tipe temperamen easy child dan pada umumnya tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

    Namun, psikolog klinis anak, Saskhya Aulia Prima, mengatakan para orang tua dengan bayi bertemperamen difficult tidak perlu berkecil hati. Menurutnya, setiap tipe temperamen memiliki sisi positif dan negatifnya.

    "Anak dengan temperamen easy child akan mudah akrab dengan orang asing, namun ia kurang mengenal konsep orang asing sehingga bisa juga menimbulkan bahaya apabila terlalu akrab dengan orang yang benar-benar baru dikenal," ujar Saskhya ketika ditemui seusai peluncuran buku "Anti Panik Mengasuh Bayi (0-3 tahun), di Jakarta.

    Oleh sebab itu, Saskhya mengingatkan para orang tua untuk mengenal tipe temperamen anak sedini mungkin. Menurutnya, orang tua mulai dapat mengenal temperamen anak ketika berusia 12 bulan, yaitu usia ketika anak mulai mengenal orang lain selain anggota keluarganya.

    Cara mengasuh anak sesuai dengan temperamennya penting karena nantinya temperamen ini akan menjadi dasar kepribadian anak. Saskhya pun memberikan beberapa tips mengasuh anak sesuai dengan temperamennya berikut ini:

    Temperamen easy child
    Anak dengan temperamen ini biasanya sangat mudah merasa aman sehingga mereka mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk anak dengan tipe temperamen ini, Saskhya menyarankan para orang tua mengenalkan batasan atau rambu-rambu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang asing tersebut.

    "Misalnya orang tua bilang ke anaknya kalau orang asing tidak boleh sembarangan memegang atau mencium si anak. Atau jangan langsung percaya dan ikut ketika diajak pergi oleh orang asing,"kata Saskhya.

    Temperamen difficult
    Orang tua tidak boleh memaksa anak untuk segera beradaptasi dengan makanan atau orang yang baru dikenal. Orang tua bisa mengenalkan anak secara perlahan-lahan dengan lingkungan yang baru sampai anak mulai merasa nyaman dengan lingkungan tersebut.

    "Untuk mengenalkan lingkungan yang baru, orang tua bisa memulainya dengan menggendong anak di lingkungan yang banyak orang. Setelah anak mulai nyaman, orang tua bisa meletakkan anak di tengah kerumunan. Pokoknya harus bertahap dikenalkan dengan lingkungan yang baru,"ujar Saskhya.

    Temperamen slow to warm up
    Satu lagi adalah anak dengan tipe temperamen slow to warm up yaitu anak yang membutuhkan waktu untuk mengenal lingkungannya terlebih dahulu dan ketika sudah merasa nyaman, anak dapat beradaptasi. Saran Saskhya untuk para orang tua dengan anak tipe temperamen ini adalah memberikan sedikit waktu dan bersabar sampai anak merasa nyaman dan bisa beradaptasi dengan sendirinya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    8 Cara Bikin Anak Semangat Kerjakan PR
    Cara Sehat Menyimpan Makanan di Kulkas
    Ingin Liburan Akhir Pekan yang Simpel? Ini Tipnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.