3 Tip Simpel Agar Anda Produktif Saat Bekerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Kebanyakan orang berpikir jika bekerja seharian penuh bisa membuat produktivitasnya naik. Padahal bekerja kelewat batas bisa berdampak buruk, tak hanya bagi kesehatan, tapi juga untuk produktivitas kita di tempat kerja.

    Dengan memastikan diri kita mendapat waktu istirahat yang cukup, kita tetap bisa produktif dan menjadi rekan kerja yang menyenangkan. Nah, apakah Anda ingin produktif saat bekerja? Begini caranya.

    1. Batasi Waktu Bekerja
    Ubah kebiasaan melanjutkan pekerjaan pada malam hari. Bagaimanapun juga tubuh perlu istirahat. Jika beristirahat pada siang hari tidak memungkinkan, tentu pada malam hari Anda bisa melakukannya.

    Jika pada siang hari Anda sudah sibuk bekerja dan malam hari masih tetap bekerja juga, itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Imbasnya, Anda bisa jatuh sakit dan aktivitas di tempat kerja pun terganggu. Niat mau jadi karyawan produktif malah jadi tidak produktif, bukan?

    2. Singkirkan Laptop dan Smartphone
    Satu lagi kebiasaan buruk yang harus Anda ubah. Saat akan tidur, jangan operasikan laptop dan smartphone, apa pun urusannya. Cahaya terang berwarna biru dan putih yang berasal dari perangkat elektronik bisa merangsang otak melepaskan zat melatonin yang dapat membuat Anda sulit tidur.

    Gantilah kebiasaan itu dengan kegiatan yang bisa membuat Anda rileks, misalnya membaca buku bertema ringan atau mendengarkan musik yang berirama tenang.

    3. Liburan, Yuk!
    Jatah cuti Anda masih banyak? Ayo gunakan. Jangan ditumpuk terus. Memang sebagian orang sengaja “menabung” jatah cutinya. Maksudnya, agar bisa digunakan pada waktu yang tepat saat benar-benar harus jaga jarak sejenak dari pekerjaan.

    Namun tak perlu menunggu diri kita sampai tumbang dulu baru ambil cuti. Bila kita memang ingin dan perlu beristirahat dan jatah cuti kita masih ada, pergunakan saja. Cuti adalah hak setiap karyawan. Tidak dosa, kok, jika kita beristirahat dan pergi liburan saat cuti.

    Jadi, bila kita sudah merasa mumet, lelah, dan penat, itu tandanya kita butuh piknik. Solusinya, ambil cuti, istirahat, dan pergi berlibur. Dijamin saat masuk kerja lagi, otak, pikiran, dan tubuh kita sudah kembali segar dan siap beraktivitas.

    TIME | LUCIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.