Lawan Ketombe dengan Obat Kumur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan obat kumur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menggunakan obat kumur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketombe memang menyebalkan. Mendapati serpihan putih bertaburan di pundak sangat bikin malu. Jika sudah begitu, pede pasti langsung drop.

    Beragam cara dicoba untuk menghilangkan ketombe. Satu yang teranyar datang dari Kanada. Seorang blogger bernama Farah Dhukai memberikan jawaban untuk pertanyaan Anda soal ketombe ini.

    Dalam sebuah video yang di-posting melalui akun Instagram-nya, Dhukai mencampur larutan penyegar mulut, Listerine, dengan air. Ia kemudian membasuhkan campuran itu pada kulit kepalanya yang baru dikeramas. Setelah itu, rambutnya didiamkan selama beberapa menit. Kemudian dia menyarankan untuk mencuci rambut dengan air saja, tidak usah menggunakan sampo. “Kulit kepala Anda akan terasa sejuk dan segar, dan itu akan membuat Anda bebas dari ketombe,” tulis Dhukai. “Sangat segar dan bersih.”

    The Concord, Ont juga menulis bagaimana Listerine mengandung mentol, thymol, eucalyptol dan metil salisilat, serta semua yang membuat antijamur, antiseptik dan anti-inflamasi, sempurna untuk menyingkirkan ketombe. "Penyegar mulut seperti Listerine memang bisa membantu mengobati ketombe,” kata Carole Michaelides, seorang trichologist kepada Philip Kingsley.

    “Tidak secara khusus menargetkan Malassezia ragi Pityrosporum ovale, yang diduga terkait dengan ketombe, tapi bisa memiliki efek ringan antijamur dan membantu mengurangi iritasi," Carole menjelaskan. "Meski begitu, sampo antiketombe dan tonik rambut dibuat lebih efektif untuk mengobati ketombe dan lebih dimudah digunakan daripada obat kumur yang perlu diencerkan."

    Tertarik mencoba?

    HUFFINGTON POST | NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.