5 Pandangan Salah Soal Menurunkan Berat Badan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan dengan cara yang salah. Pikiran mereka sudah telanjur melekat pada mitos yang sudah dikenal selama ini.

    Berikut ini adalah pandangan yang keliru soal usaha untuk menurunkan berat badan.

    1. Menolak makan malam
    Ada yang bilang makan setelah pukul 18.00 atau 19.00 tidak baik bila ingin menurunkan berat badan. Pendapat itu tidak benar. Makanan yang disantap di malam hari tidak langsung tersimpan menjadi lemak, seperti yang dipercaya sebelumnya.

    Pukul berapa kita berhenti makan tak ada hubungannya dengan berat badan naik atau turun. Yang menjadi masalah adalah berapa jumlah kalori yang masuk sepanjang hari. Jika ingin makan di malam hari, pilihlah makanan yang lebih mudah dicerna.

    2. Mengurangi makan
    Ada orang yang menghindari karbohidrat, gluten, gula, kue-kue, dan sebagainya untuk menurunkan berat badan. Namun setelah lama dan tiba-tiba ingin mencicipi makanan yang mengandung zat-zat tersebut, mereka makan sangat banyak. Akibatnya, berat yang hilang pun dengan cepat kembali lagi.

    3. Pilih-pilih makanan
    Mereka yang ingin menurunkan berat badan biasanya memilih makanan tanpa atau rendah lemak, yang juga menjadi tren di era 1990-an. Hanya saja, kebanyakan makanan yang rendah lemak mengandung gula tinggi untuk menambah rasa. Akibatnya, yang ada justru berat naik dan lemak menumpuk di daerah perut.

    Jangan tinggalkan lemak dalam menu sehari-hari, tapi pilihlah lemak yang sehat, seperti dari alpukat, minyak zaitun, atau kacang-kacangan. Jadi, tak perlu khawatir untuk menambahkan kacang-kacangan ke smoothie, alpukat untuk sup, atau memanggang makanan dengan minyak zaitun.

    4. Menghindari makan berat
    Untuk mengurangi berat badan, salah satu jalan yang harus dilakukan adalah mengurangi jumlah kalori yang masuk. Ketika berusaha mengurangi jumlah kalori itu, banyak orang yang menghindari makan berat. Padahal bila tubuh kelaparan justru akan mengganggu metabolisme dan kemudian menjadi makan terlalu banyak.

    Hadapilah kenyataan bahwa bila tubuh lapar, tak ada tenaga yang dihasilkan dari kalori. Daripada menghindari kalori sama sekali, lebih baik pilihlah makanan yang rendah kalori, dengan serat dan protein tinggi agar perut terus terasa kenyang.

    5. Mengandalkan olahraga
    Berolahraga adalah bagian dari usaha untuk menurunkan berat badan. Namun bila latihan fisik juga diiringi dengan pikiran bisa memakan apa saja, hal itu keliru dan hasilnya tak akan memuaskan.

    Berlari selama 30 menit dengan kecepatan sedang membakar 270 kalori. Untuk membuang setengah kilogram berat dibutuhkan pembakaran kalori sebanyak 500 sehari. Artinya, selain membakar 270 kalori dari lari, kita juga masih harus menekan 220 kalori lagi dari makanan dan berarti tidak boleh makan apa saja yang kita mau.

    POPSUGAR | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.