Monica Ivena Terinspirasi Alice in Wonderland

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model memperagakan busana karya desainer muda Monica Ivena di Ballroom Sheraton Grand, Jakarta, 20 Mei 2016. Peragaan busana ini menampilkan 40 koleksi busana karya Monica Ivena. TEMPO/Frannoto

    Seorang model memperagakan busana karya desainer muda Monica Ivena di Ballroom Sheraton Grand, Jakarta, 20 Mei 2016. Peragaan busana ini menampilkan 40 koleksi busana karya Monica Ivena. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer muda dan berbakat, Monica Ivena, 23 tahun, meluncurkan koleksi busana yang terinspirasi dari cerita dongeng Alice In Wonderland dalam peragaan busana tunggal perdananya. Acara yang bernama "Wonderland" tersebut digelar di Hotel Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2016.

    Sebelumnya, lulusan Raffles Design Institute Singapore dan LPTB Susan Budihardjo ini pernah menampilkan rancangannya dalam Indonesia Fashion Week 2014. Ia juga pernah menampilkan rancangannya di Bazaar Wedding Exhibition 2015.

    Monica, yang mengawali kariernya sebagai desainer baju pengantin, sudah sering menerima klien sejak 2012. "Saya senang membuat gaun pengantin. Menjadi bagian dari kebahagiaan seseorang di hari besar mereka itu rasanya sangat menyenangkan," ujar Monica.  

    Beberapa selebriti Tanah Air pun sering mengenakan gaun rancangannya. "Chelsea Olivia kemarin baju tunangannya pakai baju aku, Luna Maya juga pernah, Jessica Iskandar, BCL (Bunga Citra Lestari), dan aku lupa siapa lagi," ujarnya.

    Disajikan dengan gaya drama bertema "Alice In Wonderland", Monica mengambil tiga karakter dari cerita tersebut, yaitu Alice, Red Queen, dan White Queen. Peragaan busana ini dibagi menjadi tiga babak, sesuai dengan ketiga karakter tersebut. " Ceritanya ketika Alice tea party, jadi isinya adalah cocktail dresses," ucap Monica.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.