Toko ini Jual Busana Karya Raffi, Zaskia, Prilly, Aliando

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaskia Mecca (tengah) dan busana rancangannya. Kredit Foto/Ramayana

    Zaskia Mecca (tengah) dan busana rancangannya. Kredit Foto/Ramayana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ramayana meluncurkan kampanye #KerenHakSegalaBangsa, seiring Hari Kebangkitan Nasional, mulai akhir pekan lalu. Toko swalayan yang berdiri sejak 1978 ini mengandalkan sederet selebritis papan atas, seperti Raffi Ahmad, Zaskia Mecca, Prilly Latuconsina, dan Aliando Syarief.

    Para aktris dan aktor itu tidak hanya diajak berkeliling di 15 kota Indonesia untuk jumpa penggemar, tapi juga menjual busana rancangan secara eksklusif di Ramayana. Ada mereka Zaskia Mecca “Gaya Hijab Kini”, Aerosmith dari Aliando Syarief, Pink dari Prilly Latuconsina, serta RA Jeans dan RA Junior dari Raffi Ahmad.

    Ada juga kaos edisi terbatas Aliando for Ramayana yang ludes terjual dua ribu lusin dalam waktu kurang dari dua pekan. "Kaos ini masih diburu oleh pelanggan Ramayana," kata Jane Tumewu, kepala divisi penjualan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk dalam siaran pers, Rabu, 25 Mei 2016.

    Zaskia Mecca mengatakan Gaya Hijab Kini mengusung konsep tunik, yaitu baju panjang sampai bawah lutut. Dia memilih nuansa colorful supaya pemakainya terkesan fun. Menurut dia, landasan kreasi pada label ini tidak sepenuhnya bersandar pada tren. "Tapi jati diri Zaskia," ujar aktris 28 tahun tersebut.


    Sementara, RA Jeans mengedepankan gaya kasual yang effortless khas pendirinya, Raffi Ahmad. Merek ini pertama dijual pada Oktober 2015 secara online. Sebulan kemudian, RA Jeans dijual secara eksklusif di Ramayana dan kini terdistribusi di seratus gerai mereka di seluruh Indonesia. Ada pun pakaian anak-anak RA Junior dibuat menyusul kemudian dengan harga paling rendah Rp 99 ribu untuk kaos dan Rp 269 ribu untuk celana denim.

    REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.