Tangis Bayi Mempengaruhi Kemampuan Kognitif Orang Tua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elielson, mencoba menenangkan bayinya Jose Wesley yang sedang menangis di Bonito, Pernambuco, Brasil, 30 Januari 2016. Jose Wesley lahir dengan microcephaly dan berteriak tak terkendali untuk waktu yang lama dan semakin merah di wajah. AP/Felipe Dana

    Elielson, mencoba menenangkan bayinya Jose Wesley yang sedang menangis di Bonito, Pernambuco, Brasil, 30 Januari 2016. Jose Wesley lahir dengan microcephaly dan berteriak tak terkendali untuk waktu yang lama dan semakin merah di wajah. AP/Felipe Dana

    TEMPO.COJakarta - Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, cara bayi menyampaikan sesuatu karena ia belum bisa bicara. Tatkala bayi menangis, ia membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kenyamanan dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suara tangis bayi dapat mengganggu suasana hati dan ketenangan orang tua. Penelitian ini mengklaim bahwa fungsi otak dapat dipengaruhi suara tangisan bayi yang terus-menerus.

    Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa suara bising yang terus-menerus dapat mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan secara drastis. Orang tua cenderung mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

    Perhatian dan tingkat konsentrasi orang tua juga dapat terganggu. Suara dapat menimbulkan masalah kognitif. Orang tua harus melindungi dan merawat bayinya. Naluri orang tua terganggu ketika bayi menangis terus-menerus.

    Penelitian ini mengambil sampel sekelompok orang tua. Mereka mendengarkan suara tangis bayi dan diminta melaksanakan tugas yang membutuhkan konsentrasi.

    Peneliti mengukur aktivitas otak para peserta. Para peneliti menemukan bahwa suara tangisan bayi mempengaruhi kemampuan kognitif orang tua.

    Suara-suara tertentu dapat mempengaruhi kinerja otak. Bahkan beberapa orang dewasa menolak mendengar tangisan bayi meskipun mereka mencintai bayi.

    Bayi yang menangis menandakan bahwa ia membutuhkan sesuatu atau merasakan ketidaknyamanan. Saat bayi menangis, ia membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua. Umumnya, otak orang dewasa terpengaruh saat mendengar suara tangisan bayi. Tangisan bayi mempengaruhi kinerja otak saat melakukan aktivitas apa pun.

    BOLDSKY  | DINA ANDRIANI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.