Awas, Hidden Hunger Membahayakan Otak Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.COJakarta - Umumnya, ibu mengeluh tentang kebiasaan makan anak. Biasanya anak yang sangat pemilih tentang makanan yang ingin dimakannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ini adalah hal yang normal. Anak-anak dalam rentang usia 2-6 tahun sangat rewel tentang makanannya.

    Pada rentang usia ini, anak-anak mengalami perkembangan pesat. Mereka memerlukan nutrisi yang cukup untuk tumbuh. Penelitian juga mengemukakan bahwa 80 persen otak anak berkembang pada usia 5 tahun.

    Seperti dilansir dari Times of India, Jill Castle, ahli gizi anak dari Amerika, mengatakan tingkat kekurangan gizi anak-anak di India sangat tinggi. Sebesar 100 persen anak usia sekolah kekurangan asam folat dan 65 persen kekurangan vitamin A. Anak-anak India juga kekurangan nutrisi, seperti seng, besi, B6, dan B12. Hal ini dapat mengakibatkan anak lebih rentan terhadap infeksi.

    Kelaparan yang tersembunyi (hidden hunger) adalah istilah tentang kekurangan gizi mikro. Umumnya, defisiensi zat besi, yodium, asam folat, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B yang tersembunyi. Anak akan terlihat sehat di luar tapi kekurangan gizi. Contohnya, anak yang tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan mungkin menderita anemia, tapi tidak ada gejala. Jika tidak diatasi, dapat merusak otak dan mengganggu pertumbuhan.

    Orang tua perlu menyadari bahwa kebutuhan gizi anak berubah. Banyak orang tua merasa bahwa mereka memberikan makanan sehat dan anak mereka sehat.

    Penting memberikan makanan yang tepat kepada anak-anak serta makan pada waktu yang tepat. Ada sebuah aplikasi bernama Nutrimeter yang dapat membantu orang tua memantau asupan gizi yang diperlukan.

    Yang perlu diingat oleh orang tua adalah anak makan tiga kali ditambah 2-3 makanan ringan dalam sehari. Anak juga memerlukan susu, protein, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran setiap hari. Mereka membutuhkan makanan yang seimbang.

    Makanan yang sama cenderung membuat anak bosan. Berikan variasi makanan dan dalam bentuk yang berbeda. Selain itu, orang tua harus memberikan informasi tentang pentingnya makan seimbang.  

    TIMES OF INDIA | DINA ANDRIANI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.