Aeon Mal Ultah, Bayar Rp 100 Ribu Dapat 'Tas Keberuntungan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berbelanja. aboutsamui.ru

    Ilustrasi wanita berbelanja. aboutsamui.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Aeon Mal BSD City genap berusia satu tahun pada 30 Mei 2016. Mal bernuansa Jepang itu memberikan serangkaian acara bertajuk Fabolous First, yang berlangsung 5 Mei hingga 5 Juni 2016, untuk merayakan ulang tahunnya yang pertama.

    Fabolous First memberikan program untuk pengunjung Aeon Mal. Salah satunya adalah Fukubukuro atau Happy Bag yang diadopsi dari tradisi Jepang. Pengunjung yang sudah terdaftar menjadi anggota Aeon Mal BSD City bisa membawa pulang isi 'tas keberuntungan' dengan membayar Rp 100 ribu.

    Pengunjung secara acak akan memilih tas keberuntungan mereka pada hari yang telah ditentukan, yaitu pada 21 Mei 2016 dan 4 Juni 2016. "Kami hanya menyediakan 150 kupon yang habis selama empat hari," kata Wenni Wang, Marketing & Strategy Manager PT AMSL Indonesia.

    Pengelola mal akan meletakkan 150 tas keberuntungan itu di depan panggung. Hanya anggota Aeon Mal yang memiliki kupon yang dapat mengambil tas tersebut. Menurut Wenni, tas itu berisi voucher belanja, berlian, atau gawai (gadget) dengan nilai mulai Rp 300 ribu sampai Rp 10 juta.

    Program Fukubukuro akan berlanjut pada sesi dua mulai 22 Mei hingga 4 Juni 2016. Untuk menjadi anggota Aeon Mal BSD City, pengunjung hanya perlu belanja sebanyak Rp 200 ribu dan mendaftar di lantai dua mal. Mereka lantas membayar Rp 100 ribu untuk mendapatkan kupon supaya bisa ditukar dengan tas keberuntungan tadi.

    ALIA

    Berita lainnya:
    Steak Enak, Kurang dari Rp 200 Ribuan
    Menikmati Suasana Eropa di Bottega Ristorante
    Warung Ini Sediakan Bioskop Mini untuk Pengunjung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.