Cara Savira Menerjemahkan Novel Politik dalam Fashion

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperagakan busana Sav Lavin by Savira Lavina dalam Indonesia Fashion Design Competition 2014 di Indonesia Fashion Week 2014 di Jakarta Convention Centre, Jakarta (20/2). TEMPO/Nurdiansah

    Model memperagakan busana Sav Lavin by Savira Lavina dalam Indonesia Fashion Design Competition 2014 di Indonesia Fashion Week 2014 di Jakarta Convention Centre, Jakarta (20/2). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Surabaya - Apa jadinya jika cerita dalam sebuah novel bertema politik dan filsafat dituangkan dalam satu rancangan busana. Itulah yang dilakukan Savira Lavina, 24 tahun, perancang busana muda asal Jakarta.

    Savira berusaha memberi cerita di balik hampir di setiap karyanya. Dalam acara Surabaya Fashion Parade 2016 pekan lalu, Savira mengetengahkan busana yang terinspirasi dari novel filsafat dan politik berjudul Utopia karya Thomas More.

    “Ada perenungan sendiri dari buku itu,” kata Savira. Di dunia nyata pada masa Renaisans, keindahan dalam pemerintahan merupakan suatu hal yang utopis atau mustahil.

    Baca juga:
    Heboh Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan 

    Karyawati Diperkosa & Dihantam Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya

    Yang membuat Savira tertarik dengan novel itu adalah More mampu mewujudkan keindahan suatu negara dalam imajinasi yang dituangkan dalam novelnya. Kestabilan politik dan kerukunan antarmanusia bisa diwujudkan pada negara yang dikonsep More dalam novelnya.

    “Dari novel itu, saya merefleksikan, keindahan itu sebenarnya ada, ya berasal dari diri sendiri yang paling dalam: hati,” ucap Savira sambil menunjuk dadanya dengan tersenyum. Sedangkan jika direfleksikan dalam bumi, ujar Savira, hal yang paling dalam dari bumi adalah laut.

    Jadi ketenangan dan kesederhanaan laut yang akan bercerita dalam karyanya. Savira menunjukkan ornamen laut seperti hewan dan tumbuhan pada baju yang sudah digunakan salah satu model. Bentuk baju pun disesuaikan dengan gelombang laut.

    Di samping itu, yang paling dia suka adalah draping pada leher. Sedangkan untuk warna dalam fashion show kali ini, dia mengaku lebih mengikuti tren. “Hitam-putih, abu-abu, coffee, dan mix siluet,” tuturnya.

    Selain menuangkan kisah dari novel More, Savira terinspirasi dari ubur-ubur di pantai di Kalimantan. Di sana, dia menemukan ubur-ubur yang sudah beradaptasi ribuan tahun.

    Awalnya, kata dia, ubur-ubur bisa menyengat manusia. Namun, setelah mencoba bertahan hidup dalam laut, ubur-ubur itu sudah tidak menyengat lagi. “Intinya, setelah survive dan nyaman dengan diri sendiri, kita malah ingin berbuat lebih baik kepada orang lain,” ucap Savira menjelaskan filosofi ubur-ubur.

    Dalam karyanya, ubur-ubur itu diaplikasikan pada lengan baju yang menggelambir seperti kaki ubur-ubur. Beberapa juga diaplikasikan pada rok dan celana. Bentuknya pun lebih tiga dimensi daripada rancangannya yang terinspirasi oleh novel More.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH

    Baca juga:
    Heboh Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan  
    Karyawati Diperkosa & Dihantam Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.