Tip Menata Cermin di Rumah, Menurut Fengsui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi interior rumah dengan cermin. Stevewilliamskitchens.co.uk

    Ilustrasi interior rumah dengan cermin. Stevewilliamskitchens.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -  Jika selama ini cermin rumah hanya dijadikan sebagai alat untuk berkaca dan melihat penampilan diri. Diletakkan di tempat tidur, kamar mandi, dan ruang tamu, biasanya hanya menjadi pelengkap perabotan rumah. Namun feng shui punya cara tersendiri memandang akesesori rumah itu.

    Belakangan feng shui kerap digunakan para pemilik rumah untuk menentukan tata letak bangunan dan isinya. Fengshui mempercayai manusia, astronomi, dan bumi dapat hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki kehidupan dengan menerima kekuatan alam yakni Qi.

    Kekuatan alam itu bersifat positif dan negatif serta berperan penting terhadap kualitas feng shui suatu tempat. Qi sendiri mengacu pada energi dan kekuatan yang hidup. Sementara feng shui tradisional menyebut Qi mencakup orientasi struktur, usia, lingkungan, kemiringan, vegetasi, hingga kualitas tanah.

    Tujuan penggunaan feng shui tak lain untuk memastikan rumah dibangun dengan Qi yang baik dengan faktor-faktor lokasi dan sumbu waktu yang mempengaruhinya.

    Menyoal cermin rumah, menurut ilmu topografi kuno China tersebut, cermin di seluruh ruangan itu penting karena tak sekadar menjadi aksesori di dalam rumah. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa fengshui menganggap cermin sebagai benda yang dapat menyerap Qi.

    Arsitek fenghsui Sidhi Wiguna mengungkapkan dalam feng shui cermin umumnya digunakan untuk memantulkan bentuk-bentuk negatif. Oleh sebab itu biasanya diletakkan di depan pintu rumah guna menangkal energi buruk itu.

    Namun, Sidhi tidak menganut aliran itu. Bagi dia, penempatan cermin rumah harus mengedepankan pada desain ruang rumah sehingga menciptakan energi positif. Sebab cermin hanyalah benda mati yang tak harus diperlakukan layaknya jimat-jimat pembawa keberuntungan. "Feng shui itu matematis bukan klenik, justru kami mencoba menangkal pendapat-pendapat yang mengarahkan feng shui pada klenik." ujarnya.

    Meskipun demikian, dalam feng shui tidak menyarankan untuk menaruh cermin yang langsung memantul ke arah pintu utama. Alasannya energi-energi positif akan terpantul sehingga tidak masuk ke dalam rumah. Karena itu baiknya cermin diletakan di ruang keluarga dan tidak memantulkan ke pintu utama.

    Sementara cermin di kamar tidur disarankan pula karena memantulkan tubuh pemilik rumah ketika berada di ranjang. Perihal itu, Sidhi mengatakan cermin yang memantulkan tubuh di atas ranjang akan mengurangi energi positif ketika bangun tidur.

    Solusinya cermin dapat ditaruh di ruang khusus yang berisi lemari pakaian dan cermin. Sidhi biasa mendesain ruang kamar tidur, ruang lemari berisi pakaian dan kaca, serta toilet yang saling terhubung. "Kalau diletakkan di langit-langit apa lagi sangat tidak disarankan, kalau jatuh akan membahayakan orang di bawahnya," ujarnya.

    Kemudian soal cermin dapat ditaruh di ruang makan. Sebagian pendapat menyatakan jika cermin ditaruh di ruang makan maka akan menggandakan makanan yang menyimbolkan berlipatnya rejeki.

    Tetapi Sidhi punya pandangan lain, cermin di ruang makan justru memunculkan energi negatif. Hal itu karena ketika makanan habis maka akan terpantul piring-piring kosong dan sisa-sisa makanan, simbol dari energi negatif. "Kalau disebut gandakan rejeki saya tidak setuju karena setelah makan piring-piring kosong yang akan terpantul cermin," ujarnya.

    Selebihnya, Sidhi mengungkapkan cermin sebaiknya tidak memantulkan benda-benda yang memicu energi negatif. Benda yang dimaksud tidak enak di pandang seperti benda-benda berbentuk tajam. Sidhi tak merinci pernik-pernik itu, karena menurut dia tiap orang punya pandangan tersendiri soal benda pemicu energi negatif tersebut. "Kami biasanya menata cermin agar ruangan terlihat lebih luas. Selain itu feng shui tak memberi aturan soal ukuran cermin lantaran soal desain dikembalikan ke selera pemiliknya," ujarnya, Rabu, 18 Mei 2016.

    Sidhi senantiasa mengedepankan penataan bangunan untuk memberikan efek positif bagi pemiliknya. Tata bangunan yang mengkombinasikan prinsip feng shui dan arsitektur dengan tepat dapat menciptakan ruang efektif, efisien, dan estetis. Tak sebatas itu, penghuni juga dapat menjalankan hidup optimal sesuai dengan prinsip-prinsip bangunanya.

    Setelah mengetahui cermin dalam pandangan feng shui, tak salah jika Anda mencoba memanfaatkan cermin dengan menggunakan pendekatan ilmu dari China tersebut. Selamat mencoba!

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.