Banyak Makan Burger Saat Remaja Bisa Picu Kanker Payudara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. (dailymail)

    Ilustrasi kanker payudara. (dailymail)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenis makanan yang dikonsumsi ketika remaja berpengaruh besar pada faktor kesehatan pada masa mendatang. Para remaja putri yang banyak mengkonsumsi lemak jenuh berpeluang menderita kanker payudara ketika usianya bertambah.

    Banyak remaja yang senang menyantap burger, makanan sampah lain, kue, dan biskuit, tapi tak suka mengkonsumsi makanan dengan lemak tak jenuh dari minyak sayur, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Menurut para ilmuwan, remaja seperti itu berisiko terserang kanker payudara saat dewasa.

    "Secara umum, hasil penelitian kami mendapati kemungkinan efek jangka panjang dari konsumsi lemak selama masa remaja terhadap komposisi payudara wanita muda," kata Dr Seungyoun Jung dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Amerika Serikat, seperti dilansir Dailymail.

    "Bila benar, hasil penelitian itu bisa menjadi pesan bahwa menjaga makanan di usia muda itu penting dan bisa mencegah risiko penyakit pada kemudian hari."

    Selain terhindar dari kanker payudara, menjaga pola makan sejak dini bisa menjauhkan diri dari obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Menurut Seungyoun Jung, jaringan di payudara paling sensitif terhadap pengaruh dari luar saat remaja karena pada usia itulah payudara mulai tumbuh dan berkembang serta mengalami perubahan struktur.

    Seungyoun Jung dan timnya cukup lama melakukan penelitian ini, yakni sejak 1988 atau saat para peserta penelitian masih berusia 8-10 tahun hingga kini mereka berusia 25-29 tahun.

    Hasil penelitian menunjukkan remaja dengan konsumsi lemak jenuh tinggi dan kurang mengkonsumsi lemak tak jenuh memiliki persentase yang lebih tinggi terserang kanker payudara pada awal-awal usia dewasa.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    5 Pantangan Saat Bercinta
    Cara Memupuk Rasa Percaya Diri
    Penyebab Rambut Rontok yang Tak Lazim



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara