Kaskus Gelar Kopi Darat Penjual dengan Pembeli di 'Markas'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • kaskusfans.com

    kaskusfans.com

    TEMPO.COJakarta - Bila Anda gemar menjual dan membeli barang secara online, forum Kaskus tentu sudah tidak asing. Nah, minggu depan Kaskus akan menggelar acara yang mempertemukan para anggotanya. Acara yang dinamai “Markas The Happiest Community” ini akan digelar di Hall Basket Senayan pada Sabtu-Minggu, 28-29 Mei 2016.

    "Ada beberapa zona yang bisa dinikmati para Kaskuser di tempat ini, yaitu zona fashion, food, play store, komunitas, musik, bahkan zona COD," kata CEO Kaskus Ronny Sugiada di Jakarta, Rabu, 18 Mei 2016.

    Dalam acara “Markas” tersebut, akan ada 150 gerai milik pedagang yang selama ini memasarkan barang-barangnya pada forum Kaskus. Menurut Ronny, 150 pedagang ini adalah pelaku usaha kecil dan menengah yang spesifikasi barangnya tidak dijual di mal atau gerai offline ternama. 

    Adapun bagi Kaskuser yang melakukan proses jual-beli dan tawar-menawar, “Markas” menyuguhkan tempat untuk melakukan cash on delivery (COD). COD adalah membayar saat barang yang dipesan datang. "Jadi tidak mesti barang-barang yang dijual di dalam festival saja, tempat COD diperuntukkan bagi yang sudah siap melakukan transaksi antar-personal," ujar Ronny.

    Untuk masuk ke “Markas”, setiap peserta harus membayar tiket Rp 20 ribu. Bagi peserta yang datang menggunakan Grab, akan ada jalur cepat masuk ke tempat festival dan promosi khusus yang akan diberikan Grab. "Biaya perjalanannya tetap seperti biasa, tapi ada penawaran menarik yang akan diberikan pas hari H," tutur Kiki Rizki, Country Head Marketing Grab Indonesia.

    Acara yang masuk dalam rangkaian pertama ulang tahun Kaskus ke-17 ini juga akan menampilkan beberapa grup band, seperti Maliq & D'Essentials, Mocca, The Sigit, Tulus, dan Andien. "Di acara ini juga ada lapak artis, lho. Artisnya sendiri yang gelar barang dagangan," ucap Ronny.

    CHETA NILAWATY

    Baca juga :
    5 Topik Obrolan Seru Saat Kencan Pertama
    Obesitas pada Anak Bukan Karena Makan Terlalu Malam
    Tom Hanks Sesali Gaya Hidupnya yang Berujung Diabetes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.