Obesitas pada Anak Bukan Karena Makan Terlalu Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • essentialbaby.com.au

    essentialbaby.com.au

    TEMPO.COJakarta - Banyak orang yang tak mau makan di malam hari dengan alasan takut gemuk. Tapi benarkah makan sesudah pukul 20.00 bisa membuat berat badan seseorang naik?

    Hasil penelitian teranyar menyatakan mitos tersebut tidak benar. Para peneliti dari King's College di London, Inggris, tidak menemukan kaitan signifikan antara makan setelah pukul 20.00 dan kegemukan yang terjadi pada anak-anak.

    Penelitian sebelumnya mengklaim waktu makanan masuk ke tubuh memiliki dampak pada siklus di dalam di antaranya jam biologis. Akibatnya, metabolisme pun terganggu sehingga menyebabkan kenaikan bobot bahkan obesitas.

    Dalam penelitian terbaru, para ahli itu menganalisis 1.620 anak di Inggris, 780 di antaranya berusia 4-10 tahun dan 852 berumur 11-18 tahun. Penelitian ini dilakukan antara 2008-2012. Hasilnya, tak ada kenaikan berat badan signifikan pada anak-anak tersebut dan tidak ada perbedaan bila mereka makan pukul 14.00 atau 20.00.

    Pemimpin penelitian itu, Dr Gerda Pot, adalah pengajar di Divisi Ilmu tentang Diabetes dan Nutrisi. Ia mengaku terkejut dengan hasil penelitian tersebut.

    "Kami berharap bisa menemukan kaitan antara makan terlalu malam dan kelebihan berat badan tapi ternyata tidak. Mungkin karena jumlah bocah yang diteliti juga terbatas," ujar Pot seperti dilansir dari Dailymail.

    Meski demikian, faktor seperti jenis makanan dan banyak aktivitas fisik atau lamanya jam tidur, yang sebenarnya ikut mempengaruhi, tak menjadi fokus utama pada penelitian itu. Dengan demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut soal obesitas pada anak-anak.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Supaya Bayiku Tidur Tepat Waktu
    Anda Stres atau Tidak, Kenali Gejala Berikut
    Dikhianati? Begini Balas Dendam Berdasarkan Zodiak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara