'Adik Bayi di Perut Mama, Ngobrol Yuk'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar tumbuh kembang anak dr Fitri Hartanto, Sp.A(K) mengatakan pentingnya orang tua mengajak bicara atau ngobrol dengan anak sejak masih di dalam kandungan.

    "Mengajak anak ngomong ini merupakan salah satu stimulasi. Meski masih di dalam kandungan, berikan rangsangan agar organ dan hormon anak bekerja," katanya di Semarang. Hal tersebut diungkapkannya di sela "parenting class" bertajuk "Bagaimana Memanfaatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Supaya Optimal" yang diselenggarakan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang.

    Fitri mengatakan stimulasi yang diberikan orang tua, baik ayah maupun ibunya dengan mengajak ngobrol anaknya yang masih berada dalam kandungan membuat sirkuit jaringan otaknya berfungsi baik. "Setelah lahir, segera ajari ngomong. Anak bisa terstimulasi pendengarannya, dan ketika sudah proses belajar ngomong harus diajak berinteraksi. Jangan didiamkan saja," katanya.

    Ia menjelaskan fase tumbuh dan kembang anak harus sesuai, termasuk ketika sebatas suka menyemburkan mulutnya maupun mulai belajar ngomong meski hanya satu suku kata yang diulang-ulang. "Orang tua harus paham tumbuh kembang anak. Delapan bulan belum bisa bilang, misalnya 'ma, ma, ma', berarti ada keterlambatan. Tiga bulan belum bisa diajak interaksi, terlambat juga," katanya.

    Kalau orang tua memang menemukan keterlambatan dalam tumbuh kembang anaknya, termasuk terlambat bicara, lanjut dia, harus segera dikonsultasikan ke ahlinya agar bisa diketahui penyebabnya.

    Namun, Fitri mengingatkan anak belajar dari kebiasaan, termasuk bicara sehingga orang tua harus melihat dari faktor lingkungannya terlebih dulu, sebelum memeriksakan anatomis fungsional anak. "Jika anak tidak dibiasakan belajar bicara, semua keinginannya tanpa bicara sudah diberikan, seperti meminta susu tinggal menunjuk saja maka anak tidak akan belajar bicara," katanya.

    Sebagian besar anak yang terlambat bicara, kata Fitri, disebabkan masalah lingkungan, seperti keluarga yang tidak membiasakan anak untuk belajar bicara, bukan faktor dari anak.

    BISNIS

    Baca juga:
    Kapan Anak Siap Diajak Nonton di Bioskop?
    Tip Agar Anak Doyan Makan Buah dan Sayur
    Cara Mengolah Beras agar Terhindar dari Zat Kimia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.