Makanan Ini Bikin Tidur Tak Nyenyak

Reporter

Editor

Indah Pratiwi

Ilustrasi tidur. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala sedikit pening karena semalam kurang tidur? Jangan buru-buru menyalahkan dengkuran pasangan sebagai penyebabnya. Bisa jadi, Anda salah memilih waktu mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Menurut situs Health.com, pola makan dan jenis makanan tertentu memainkan peran dalam seberapa berkualitasnya tidur kita.  "Apa yang kita makan di siang atau malam hari tak hanya mempengaruhi kualitas tidur, tapi juga berapa lama kita tidur," kata ahli gizi Pamela Nisevich Bede.

Menurut Bede, untuk membantu menjaga tidur nyenyak, ada baiknya memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Ia menyarankan untuk menghindari asupan 10 makanan dan minuman ini sebelum tidur:

Kopi

Menurut penelitian dari Journal of Clinical Sleep Medicine, kopi yang dikonsumsi enam jam sebelum tidur dapat mengganggu istirahat Anda, bahkan setelah Anda sudah tertidur.

Teh

Meskipun teh tidak mengandung stimulan sebanyak kopi, pengaruhnya terhadap kualitas tidur hampir sama. Secangkir teh hitam masih mengandung hampir setengah jumlah kafein secangkir kopi seduh. Teh juga bersifat asam, yang dapat menyebabkan refluks asam sementara dan mengganggu tidur.

Dessert

Mengudap aneka kue, menurut penelitian dari European Respiratory Journal, bisa menyebabkan sulit tidur, terutama bagi orang-orang dengan kadar gula darah tinggi. Makanan yang mengandung gula dalam jumlah besar membuat Anda merasa berenergi dan selalu terjaga tanpa peduli waktu.

Cokelat

Harus ekstra hati-hati terhadap makanan yang menggabungkan gula dan kafein, seperti cokelat. Selain kafein, cokelat mengandung stimulan lain yang disebut theobromine yang dapat meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan sulit tidur.

Makanan pedas

Memakan makanan pedas sebelum tidur dapat menyebabkan mulas. Berbaring justru dapat memperburuk gejala.

Jeruk

Seperti makanan pedas, jeruk terutama yang asam dapat menyebabkan gangguan saat tidur. Begitu juga buah-buahan dengan kadar gula tinggi.

Alkohol

Minuman ini tak hanya dapat mempengaruhi pola tidur Anda, tetapi juga bisa menyebabkan Anda terbangun di tengah malam. Penelitian menyebutkan bahwa minum alkohol sebelum tidur mengakibatkan aktivitas otak meningkat selama tidur, yang membuat tidur menjadi kurang tenang.

Kentang goreng

Kentang goreng terdengar seperti snack tengah malam yang lezat. Tetapi tubuh Anda memerlukan waktu untuk mencernanya dan juga dapat menyebabkan mulas. Makanan dengan kadar lemak tinggi dan makanan yang beraroma sebaiknya dikonsumsi pada siang hari.

Daging

Sama seperti kentang goreng, daging sebaiknya dikonsumsi pada siang hari. Mengonsumsinya di bawah enam jam sebelum tidur berbahaya. Ia tidak hanya karena mengandung lemak yang tinggi, tetapi karena daging juga mengandung protein, yang membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh Anda untuk mencerna.

Brokoli

Brokoli tinggi serat, dan seperti protein, serat perlu waktu untuk dicerna. Makan sayuran ini sebelum tidur mungkin memberikan ketidaknyamanan perut. Hal yang sama berlaku untuk sayuran tinggi serat lain seperti kembang kol dan kubis.

Seledri

Seperti brokoli, seledri adalah sayuran yang bagus untuk tubuh. Namun kandungan air yang tinggi kerap membangunkan Anda di tengah malam untuk buang air kecil. Begitu juga makanan dengan kandungan air tinggi lainnya seperti mentimun atau semangka. Konsumsilah paling di atas dua jam sebelum tidur.



INDAH P






Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.