Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Donna Legisa Melestarikan Batik Melalui Tas

image-gnews
Tas kreasi Donna Legisa yang terbuat dari batik tulis. tabloidbintang.com
Tas kreasi Donna Legisa yang terbuat dari batik tulis. tabloidbintang.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain di bisnis mode dengan tema batik memang sudah banyak. Salah satunya adalah Donna Legisa. Wanita berusia 40 tahun ini sukses bertahan dengan bisnis tas batik Legisa Bag sejak 2010.

Modal utamanya, Donna mencintai batik serta mengoleksi kain dan aneka produk batik. Kecintaan ini diwarisi dari ibunya yang dulu menjual batik sogan. Usaha tas batik ini pun dimulai dari usaha batik lembaran, yang biasa dibeli orang untuk koleksi.

“Menjual batik dalam bentuk lembaran, orang biasanya beli untuk koleksi dan bukan untuk dipotong. Lama-lama terpikir, sepertinya enggak semua orang beli batik lembaran, karena cuma untuk disimpan,” ujarnya saat Bintang temui di kediamannya di kawasan Otista, Jakarta.

Beralih ke bisnis tas batik, ia lebih menyenangi tas dibandingkan baju. “Saya suka tas. Di Yogyakarta dan Bali itu, kan suka ada batik yang dikombinasikan dengan kulit, lantas saya tertarik,” ujar Donna.

Dia berniat membuat tas batik dengan kombinasi kulit yang tidak berbau. “Awalnya saya pakai batik tulis dan kulit ular. Tapi banyak orang tidak suka kulit ular karena geli dan dalam beberapa kepercayaan tertentu enggak boleh pakai kulit ular,” dia bercerita.

“Saya mulai beralih ke kulit sapi dan domba. Secara pengolahan, memang lebih sulit,” akunya. “Awalnya saya cuma bikin sedikit, tapi lama-lama banyak permintaan dan saya merasa harus punya tukang sendiri. Saya rekrut 3 tukang dan mereka bekerja di garasi rumah saya—dulu saya jadikan workshop,” kenangnya. Donna yang tidak mengerti tentang serba-serbi kulit pun belajar sendiri lewat internet.

Donna Legisa bersyukur tidak mengalami kendala dalam memasarkan produknya. “Karena hubungan saya sudah dekat dengan customer batik lembaran saya yang dulu itu, mudah memasarkan tas batik kepada mereka,” ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Donna mempromosikan kelebihan produknya, selain jahitan yang bagus dan bahan yang berkualitas. “Mau cari tas yang sama persis dengan tas saya, tentu tidak bisa. Dari satu batik besar, cuma bisa dibuat jadi 4 tas. Yang saya pakai pun batik tulis lawas dan susah dicari. Mirip mungkin, tapi sama, tidak akan bisa,” jelasnya.

Menjual tas batik dengan harga mulai dari Rp 800 ribu di akun Facebook Batik Legisa dan Instagram Legisa_bag, Donna menawarkan garansi 1 tahun. Bukti kualitas tasnya bagus dan kuat. “Salah satu strategi saya adalah garansi. Anda bisa hubungi saya kalau dalam setahun itu ada masalah pada produk. Saya bisa perbaiki kalau memang itu produk saya, saya tidak membebankan kepada customer,” jaminnya.

Dengan modal Rp 20 juta untuk membeli berbagai mesin yang dibutuhkan dalam produksi tas, omzet Legisa Bag rata-rata Rp 25 juta per bulan. Workshop-nya pindah dari garasi ke daerah Subang, masih dengan tiga perajin yang sama.

Bila sedang banyak permintaan, Donna mempekerjakan tukang tambahan untuk memastikan pesanan yang berganda ini selesai digarap. “Dalam satu bulan saya biasanya membuat 40 buah tas. Tapi pernah sampai 75 buah,” ujarnya. Tidak hanya batik, Legisa Bag juga menyediakan tas berbahan tenun Jepara dengan harga mulai dari Rp 600 ribu.

TABLOIDBINTANG

Baca juga:
Lulus Kuliah, Yuk Kerja Sosial
Renata Owen: Ingin Menggambar Sepanjang Hidup
Helsa Devina, Ahli Farmasi yang Tak Betah di Laboratorium

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Selain Tim Cook, Siapa Saja Bos Perusahaan Teknologi Dunia yang Pernah Bertemu Jokowi?

1 hari lalu

Bos Apple Tim Cook bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, 17 April 2024. Foto: BPMI Setpres/Kris
Selain Tim Cook, Siapa Saja Bos Perusahaan Teknologi Dunia yang Pernah Bertemu Jokowi?

Selain CEO Apple Tim Cook, Jokowi tercatat beberapa kali pernah bertemu dengan bos-bos perusahaan dunia. Berikut daftarnya:


Sudah Bisa Diakses, Facebook Bikin Pembaruan Fitur Video Jadi Mirip di TikTok

14 hari lalu

Ilustrasi Facebook, TikTok, Twitter. (NDTV)
Sudah Bisa Diakses, Facebook Bikin Pembaruan Fitur Video Jadi Mirip di TikTok

Pada aplikasi TikTok telah menjadi pedoman tetap namun bagi Facebook, ini sebuah inovasi dan kemajuan.


Cara Unblock Akun Seseorang di Facebook dengan Mudah

16 hari lalu

Cara download video Facebook di HP bisa dilakukan dengan mudah tanpa aplikasi. Anda hanya tinggal mengcopy tautan video Facebook.  Foto: Canva
Cara Unblock Akun Seseorang di Facebook dengan Mudah

Ada beberapa cara unblock teman di Facebook, bisa melalui handphone maupun laptop. Cukup ikuti beberapa langkah berikut ini.


Rayakan Hari Paskah dengan 55 Link Twibbon, Begini Cara Menggunakannya

20 hari lalu

Seorang wanita melintas dekat hiasan telur Paskah yang dilukis dengan gaya seni tradisional naif di Koprivnica, Kroasia, 27 Maret 2024. REUTERS/Antonio Bronic
Rayakan Hari Paskah dengan 55 Link Twibbon, Begini Cara Menggunakannya

Hari Paskah dapat dirayakan menggunakan twibbon beragam pilihan. Berikut memilih twibbon Hari Paskah yang sesuai selera dan cara menggunakannya!


Survei Meta Ungkap Pengguna Medsos Usia Muda di Indonesia Berani dan Aktif

21 hari lalu

WhatsApp mengumumkan peluncuran Avatar (Meta)
Survei Meta Ungkap Pengguna Medsos Usia Muda di Indonesia Berani dan Aktif

Sebanyak 87 persen responden dalam survei Meta menyatakan bahwa media sosial adalah platform efektif untuk sampaikan pesan dan mendorong perubahan.


WhatsApp Aplikasi Perpesanan Paling Populer, Semua Bermula di Sebuah Garasi Rumah pada 2009

21 hari lalu

Pendiri WhatsApp, Brian Acton. successstory.com
WhatsApp Aplikasi Perpesanan Paling Populer, Semua Bermula di Sebuah Garasi Rumah pada 2009

WhatsApp dibuat 2 mantan karyawan Yahoo, Brian Acton dan Jan Koum pada 2009 di sebuah garasi rumah di California. Begini perkembangannya.


Fitur Khusus Meta untuk Batasi Konten Politik, Begini Cara Mengaktifkannya

23 hari lalu

Fitur Khusus Meta untuk Batasi Konten Politik, Begini Cara Mengaktifkannya

Meta menambahkan fitur khusus untuk membatasi konten politik pada platform yang dinaunginya, terutama Instagram.


Begini Cara Download Stiker WhatsApp Edisi Ramadan

34 hari lalu

Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic
Begini Cara Download Stiker WhatsApp Edisi Ramadan

WhatsApp meluncurkan paket stiker terbarunya di Indonesia berkaitan dengan bulan Ramadan. Begini cara downlioad stiker WhatsApp edisi Ramdan.


Facebook Disebut Memblokir Akun Jurnalis Foto Gaza Motaz Azaiza

34 hari lalu

Jurnalis foto Palestina asal Gaza Motaz Azaiza. FOTO/Instagram/motaz_azaiza
Facebook Disebut Memblokir Akun Jurnalis Foto Gaza Motaz Azaiza

Jurnalis foto terkenal Palestina asal Gaza, Motaz Azaiza, memposting di akun X-nya bahwa dia telah dilarang di Facebook.


Mengenal The Muqaddimah, Buku Karya Ibnu Khaldun yang Menjadi Favorit Mark Zuckerberg

39 hari lalu

Ibnu Khaldun
Mengenal The Muqaddimah, Buku Karya Ibnu Khaldun yang Menjadi Favorit Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg memilih Muqaddimah karya Ibnu Khaldun sebagai salah satu buku yang akan dibaca dalam inisiatif komunitasnya sebagai A Year of Books.