Jangan Suapi Si Kecil dengan Kerupuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan kerupuk. Dok. TEMPO

    Ilustrasi anak makan kerupuk. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kala si buah hati mulai susah menikmati makanan pendamping ASI, orang tua mengerahkan berbagai cara agar si anak mau makan termasuk memberinya kerupuk.

    "Enggak boleh kenalkan anak pada kerupuk kalau orang tua sudah menyerah," kata pakar kesehatan bayi dan anak Attila Dewanti di Jakarta, Sabtu, 14 Mei 2016 .

    Ketimbang memberikan anak makanan yang tidak bergizi seperti kerupuk, dengan dalih "yang penting makan", orang tua sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan, dengan lebih baik menunggu di waktu lain dan memberi menu yang berbeda kepada anak.

    Attila mengatakan memang butuh kesabaran dalam memberi makan anak yang selama ini hanya diberi ASI, namun ketika pada waktunya pasti orangtua bisa menemukan makanan yang disukai anak.

    Memberikan makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap agar anak tidak kaget dengan perubahan tekstur makanan. Mulai dari yang cair, kemudian beralih ke tekstur yang semakin kental dari waktu ke waktu. Buatlah jadwal teratur sehingga anak tahu kapan dia makan. "Butuh waktu, kan baru belajar makan," katanya.

    Attila mengatakan bayi sudah saatnya diberi makanan pendamping ASI ketika menginjak usia 6 bulan untuk tumbuh kembangnya karena ASI hanya memberi energi secara sempurna untuk anak hingga usia setengah tahun.

    Bila kurang gizi, anak akan tumbuh dengan perawakan pendek. Buatlah jadwal teratur sehingga anak tahu kapan dia makan.

    Selain itu, ketahui apakah anak punya alergi terhadap makanan tertentu agar orangtua dapat menghindarinya. Yang pasti, suasana makan harus menyenangkan agar anak lebih mudah makan dan tidak jadi pemilih.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.