Tanda-tanda Anda Salah Pilih Deodoran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan deodoran. shutterstock.com

    Ilustrasi penggunaan deodoran. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Deodoran kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari banyak orang. Produk ini diklaim bisa membantu mengurangi bau badan, terutama di daerah ketiak. Jenisnya pun makin beragam, tapi tak semua orang bisa memilih yang cocok untuk mereka.

    Spesialis kulit Dr Terrence Keaney menyarankan untuk mengganti deodoran yang digunakan bila ada tanda-tanda berikut karena berarti deodoran yang digunakan tidak tepat.

    1. Sering terlihat noda keringat di baju bagian ketiak
    Sudah saatnya mengganti deodoran dengan anti-perspiran. Banyak orang berpikir deodoran dan anti-perspiran itu sama, hanya tampilannya yang berbeda, putih versus bening. 

    "Pada kenyataannya, fungsi keduanya sangat berbeda. Anti-perspiran menggunakan banyak bahan yang mengandung alumunium untuk mengeblok jalan keringat, sedangkan deodoran lebih untuk memberikan aroma guna menyembunyikan bau," ujar Keaney di Fox News.

    2. Bau yang tidak enak
    Makin banyak beraktivitas, makin banyak keringat yang keluar sehingga timbul bau tak sedap. Bila demikian keadaannya, yang dibutuhkan adalah deodoran yang bisa membantu menyamarkan bau tak sedap itu. Aroma yang dihasilkan deodoran bisa membentengi bau akibat keringat.

    3. Iritasi di ketiak
    Bila ketiak terasa terbakar atau mengalami iritasi, deodoran yang dipilih tidak tepat. Iritasi itu biasanya disebabkan oleh gesekan antara kelenjar keringat dan rambut. Keaney pun merekomendasikan untuk menggunakan anti-perspiran karena bisa mencegah iritasi dengan cara mengurangi produksi keringat. Apalagi bila produk itu disertai bonus formula yang lembut bagi kulit.

    4. Baju harus dicuci
    Baju yang selalu berbau keringat dengan noda di bagian ketiak menjadi peringatan keras. Baju harus selalu dicuci setiap kali habis dipakai. Solusinya, Keaney menyarankan anti-perspiran yang bisa melindungi hingga 48 jam. Siapkan selalu stik anti-perspiran dan gunakan di siang hari atau di tengah aktivitas.

    5. Perhatikan masa pakai
    Deodoran bisa kehilangan aroma, dan fungsinya juga menurun setelah lewat tiga tahun. Sungguh percuma untuk digunakan. Jadi belilah deodoran yang baru.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.