Membuat Steak Kambing yang Simpel

Reporter

.

TEMPO.CO, Los Angeles - Chef Sharon Hakman membuat steak daging kambing dari Selandia Baru dengan bubur kacang pistachio. Seonggok daging iga kambing ia keluarkan dari nampan. Hakman mengambil potongan daging di bagian pangkalnya dan membersihkan lemak yang menempel. "Saya suka memotong daging karena seperti terapi stres," ujar pria yang datang pertama kali ke Jakarta atas undangan FOX International Channels.

Di tempat tinggalnya, Los Angeles, Amerika Serikat, Hakman sering mendatangi tempat pemotongan daging milik seorang teman. Jika sedang stres, ia memotong-motong daging di sana. "Percayalah, cara itu berhasil," katanya sambil tertawa. Mungkin karena seringnya berlatih, ia sangat perfeksionis ketika membersihkan lemak. Sampai yang menempel terkecil pun tidak terlewat dari sayatan pisaunya.

Bagian pangkal ribs kambing, Hakman mengatakan, merupakan yang terenak dan terempuk. Jadi, potongannya pun harus benar supaya tidak ada yang terbuang percuma. Sisanya, berupa tulang iga, ia jadikan kaldu bercampur sayuran untuk menjadi saus steak. Sebagai penyuka daging, Hakman punya dua tip untuk memasak steak dengan baik.

Pertama, jangan langsung memasak daging yang baru keluar dari kulkas. "Dagingnya bisa masih membeku bagian dalam," ujar pria bertubuh tinggi itu. Diamkan daging selama 40-45 menit terlebih dulu. Kedua, panaskan panci sebelum diberi minyak.Tujuannya supaya daging luarnya gurih dan terdengar bunyi sizzling alias desis sangat digoreng.

Setelah pemotongan selesai, ia memberi garam dan merica pada daging. Cukup banyak garam yang ia lumurkan. Baru setelah itu, daging masuk ke penggorengan yang sudah panas dan berisi minyak zaitun. Tip kedua, untuk mendapatkan kematangan yang ia suka, yaitu medium rare, daging disentuh dengan jari telunjuk ketika masih digoreng. Jika daging masih terasa empuk, berarti di dalamnya mentah. Tunggu beberapa menit lagi sampai daging sedikit keras.

Sebelum daging mencapai kematangan tersebut, ia memasukkan bawang putih, jamur shitake, dan rosemary satu tangkai. "Saya suka tekstur dan wangi shitake," kata bapak satu putra berusia 2,5 tahun bernama Luca ini. Baru setelah itu, dagingkambing ia potong tipis-tipis. Soal presentasi di piring, Hakman suka mengerjakannya secara perlahan. "Biasanya, saya terinspirasi lingkungan sekitar," ujarnya.

Ketika di Restoran Social House, Grand Indonesia, Jakarta, Hakman menyukai tekstur kayu yang mendominasi ruangan. Jadilah ia membuat penyajian dengan suasana alam. Daging ia taruh di atas bubur kacang pistachio yang berwarna hijau. Untuk saus ini, pembuatannya persis seperti membuat saus gado-gado. Kacang digoreng, kemudian digiling. Terakhir, sementara gado-gado disiram dengan air asam, saus pistachio memakai susu.

Sebagai pemanis, di sekeliling piring ia tetesi saus kaldu iga kambing. Selanjutnya, jamur shitake ditaruh di dekat potongan daging, sedangkan setangkai rosemary yang telah digoreng diletakkan di atasnya. Rasa daging pun sangat empuk, gurih, dan renyah. Warna bagian tengahnya masih kemerahan. Bumbunya sederhana. Tapi, karena ada aroma bawang putih dan jamur, kandungan air daging yang empuk jadi terasa nikmat.

KORAN TEMPO






Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Sepatu Mendaki

1 hari lalu

Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Sepatu Mendaki

Penggunaan sepatu mendaki khusus akan menawarkan cengkeraman dan stabilitas yang tak tertandingi di berbagai permukaan.


Jangan Backpacking Tanpa Persiapan, Simak Tips Berikut

6 hari lalu

Jangan Backpacking Tanpa Persiapan, Simak Tips Berikut

Sebelum melakukan backpacking sendirian, ada berbagai persiapan yang perlu dilakukan agar perjalanan nyaman dan aman.


Tips Ampuh agar Terhindar dari Jebakan Investasi Bodong

8 hari lalu

Tips Ampuh agar Terhindar dari Jebakan Investasi Bodong

Kemudahan akses informasi ternyata tak membuat jumlah korban investasi bodong berkurang.


ETLE Mulai Berlaku di Beberapa Daerah, Ini Tips Etika Berkendara

11 hari lalu

ETLE Mulai Berlaku di Beberapa Daerah, Ini Tips Etika Berkendara

Redaksi Tempo.co mencoba merangkum beberapa tips etika berkendara demi terhindar dari kamera ETLE atau tilang elektronik. Berikut ulasannya:


Mau Bepergian dengan Kereta Api? Simak Tips Sebelum Memesan Tiket

20 hari lalu

Mau Bepergian dengan Kereta Api? Simak Tips Sebelum Memesan Tiket

Jika akan bepergian dengan kereta api, maka mencari dan membeli tiket yang sesuai adalah yang utama.


Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

21 hari lalu

Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

Perubahan jadwal penerbangan yang tidak terduga dan bisa menjadi merepotkan itu seharusnya tidak sepenuhnya membuat putus asa untuk bepergian.


Bocoran buat yang Berminat Buka Toko Buah

25 hari lalu

Bocoran buat yang Berminat Buka Toko Buah

Ada beberapa tips yang perlu diperhitungkan agar bisnis toko buah tak kalah bersaing di pasaran dan dapat memperoleh keuntungan.


Bocoran buat yang Mau Buka Jasa Cuci Sepatu

25 hari lalu

Bocoran buat yang Mau Buka Jasa Cuci Sepatu

Memulai jasa cuci sepatu tidak susah. Tapi, tanpa adanya perencanaan dan persiapan maka bisnis akan berjalan penuh risiko.


Tips Merawat Baju Rajut agar Awet

34 hari lalu

Tips Merawat Baju Rajut agar Awet

Pemilik merek fashion Gonegani memberikan tips agar baju rajut tidak mudah rusak dan tetap indah dalam waktu lama.


Viral Sopir Transjakarta Kena Keplak, Ini Tips Redam Emosi Saat Berkendara

39 hari lalu

Viral Sopir Transjakarta Kena Keplak, Ini Tips Redam Emosi Saat Berkendara

Baru-baru ini sopir Transjakarta kena keplak oleh seorang pengendara mobil di jalan raya. Berikut tips mengatasi emosi saat berkendara: