Pensiun Dini Tingkatkan Resiko Kematian?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. visualphotos.com

    Ilustrasi. visualphotos.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lelah bekerja seharian, merasa jenuh dengan deadline, dan stres oleh tuntutan pekerjaan. Pasti ada sebagian dari Anda yang menjadikan tiga hal tersebut sebagai alasan untuk memutuskan pensiun dini.

    Anda mungkin membayangkan kehidupan pensiun dini sebagai hal yang indah, karena kita terbebas dari beban pekerjaan rutin.

    Namun, menurut penelitian terbaru, seperti dilansir Bustle.com, bekerja aktif di atas usia 65 tahun bisa mengurangi risiko kematian dibanding pensiun tepat pada usia 65 tahun.

    Penelitian ini melibatkan 2.956 responden selama 18 tahun. Kesimpulan hasil penelitian ini diterbitkan Journal of Epidemiology & Community Health.

    Menurut perwakilan dari Universitas Negeri Oregon, kemungkinan besar pekerjaan membawa keuntungan ekonomi dan sosial bagi seseorang. Faktor ini yang mungkin mendorong seseorang memiliki umur yang lebih panjang.

    Namun penelitian lain justru menyatakan pensiun dini dapat mengurangi tingkat stres dan membawa kebahagiaan dalam hidup, seperti dimuat New York Magazine.

    Karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan cepat atau tidaknya pensiun mempengaruhi tingkat harapan hidup seseorang.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Pemerkosa Yuyun Dibui 10 Tahun, Rok Jadi Bukti, Ini Mereka!
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.