Tahap Memandikan Bayi Baru Lahir  

Reporter

sxc.hu

TEMPO.CO, - Orang tua sering kali khawatir ketika harus memandikan bayinya yang baru berumur beberapa hari. Tegang, ragu, sampai tangan bergetar, menunjukkan ketakutan jika terjadi sesuatu pada buah hatinya.

Namun dengan sedikit berlatih dan mengetahui langkah dasar memandikan bayi, momen ini akan menjadi saat yang menyenangkan bagi orang tua dan bayi. Memandikan bayi juga bentuk interaksi yang dapat merangsang otak si kecil. 

Jangan takut. Tetap percaya diri dan berhati-hati ketika memandikan si kecil. Jangan lupa untuk mengajak bayi bicara atau bernyanyi saat memandikannya. 

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua memakai spons mandi setelah tali pusar bayi sudah lepas (puput). Umumnya tali pusar lepas satu hingga tiga minggu setelah kelahiran. 

Berikut kiat memandikan bayi baru lahir: 

1. Sebelum mandi siapkan keperluan selama dan setelah mandi, seperti handuk, waslap (lap kecil), kapas, sabun dan sampo bayi, losion atau minyak khusus bayi, pakaian bersih, dan popok.

2. Mengatur suhu air. Gunakan air hangat karena ini nyaman bagi bayi.

3. Pakai waslap atau kain kecil yang lembut.

4. Buka baju bayi, kemudian pegang tubuhnya senyaman mungkin. Tidak terlalu keras memegang badan bayi, tapi juga jangan terlampau lemah. Tak perlu panik saat bayi menangis karena dia memang tidak suka telanjang lantaran merasa dingin dan tidak nyaman.

5. Gunakan kapas basah atau tisu basah untuk menyeka kelopak mata bayi dari dalam ke sudut luar.

6. Sebelum dimasukkan ke dalam bak mandi, bersihkan alat kelamin si kecil dengan kapas atau tisu bayi.

7. Gunakan waslap atau lap kecil yang dibasahi dengan air hangat untuk membasuh wajah bayi. Basahi lap mandi, peras kelebihan air, dan usapkan pada wajah bayi.

8. Bila ingin menggunakan spons, tuangkan sedikit sabun cair bayi ke spons basah yang lembut. Setelah mulai berbusa, basuhlah bayi berurutan dari kepala sampai kaki. Jangan menggosok kulit dengan spons atau waslap, tapi membasuhnya.

9. Gunakan sabun hanya di daerah tertentu, seperti belakang telinga, lipatan pangkal paha, atau lipatan leher.

10. Basuh jari-jari kaki dan tangan.

11. Masukkan bayi ke dalam bak mandi dengan hati- hati. Posisi kepala ditopang oleh salah satu tangan orang tua.

12. Bilas dengan menuangkan air di atas perut, dada, atau lengan dan kaki bayi. Berikan pijatan lembut sambil berbicara atau menyanyikan lagu-lagu anak.

13. Bungkus tubuh bayi dengan handuk besar yang hangat dan kering.

14. Keringkan tubuh bayi dengan menepuk lembut bagian tubuhnya dan menyeka rambutnya yang basah.

Perlu diperhatikan setelah bayi mandi:
1. Daerah selangkangan bayi, usahakan tetap kering. Hal ini untuk mencegah timbulnya lecet atau iritasi. 

2. Kulit bayi secara alami kaya akan minyak. Sebenarnya penggunaan losion setelah mandi bagi bayi baru lahir tidak diperlukan. Cara terbaik untuk mencegah ruam adalah dengan mengeringkan bagian lipatan setelah setiap mandi. Jika ingin menggunakan losion, pilih yang hypoallergenic. Saat memberikan losion, sebaiknya usapkan sambil memijat seluruh badannya.

3. Penggunaan bedak harus hati-hati. Bedak jika dihirup dapat menghambat saluran pernapasan bayi yang sensitif.

BABYCENTER | MAYO CLINIC | DINA ANDRIANI 

Baca juga:
Idealnya, Berapa Kali Bayi Mandi?
Anak Pintar Saja Tak Cukup, Apalagi?
Kapan Anak Boleh Main Gadget?






8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

3 April 2019

8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

Autisme bukan kelainan, melainkan keterbatasan seseorang dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.


Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

4 Februari 2019

Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir rentan alami gangguan kesehatan jantung akibat perubahan iklim


Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

24 Januari 2019

Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

Gerakan ritmis pada anak bisa membantu mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini.


Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

15 November 2018

Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

Salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada bayi usia 0-12 bulan adalah gumoh. Gumoh bukan muntah yang diawali mual dan penuh di perut.


Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

11 November 2018

Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

Ketimbang memaksakan anak belajar berenang, ada baiknya orang tua memperkenalkan anak pada olahraga akuarobik atau aerobik air.


Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

6 November 2018

Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

Banyak ibu mengira kulit bayi menjadi sensitif jika terkena air susu ibu atau ASI saat menyusui, terutama di daerah pipi


Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

1 November 2018

Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

Imunisasi adalah prosedur penting untuk mencegah anak terkena infeksi penyakit sejak usia dini.


Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

19 Oktober 2018

Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

Poppy Bunga menceritakan infeksi usus yang terjadi kepada anak keduanya saat berusia 2 minggu, dan baru ketahuan di usia 1,5 bulan.


Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

17 Oktober 2018

Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

Kontroversi susu kenal manis, apakah termasuk produk susu atau bukan memiliki implikasi yang panjang sampai ke masalah stunting.


Mengenal Penyakit Langka pada Anak NCL Tipe II

15 Oktober 2018

Mengenal Penyakit Langka pada Anak NCL Tipe II

Penyakit langka pada anak bukan kutukan. Ada penjelasan ilmiahnya.