6 Rambu Wawancara Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses wawancara adalah alat utama untuk menilai kemampuan seseorang. Ketika manusia berkontak langsung dengan orang, ada lebih banyak informasi dikomunikasikan, mulai ucapan hingga ekspresi wajah dan tubuh, yang dapat berkontribusi memberi penilaian.

    Karena itu, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum wawancara kerja. Tentu Anda ingin pewawancara merasa yakin dan mau menerima Anda sebagai pegawai. Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum wawancara kerja.

    Teliti
    Lakukan penelitian terkait dengan informasi perusahaan tempat Anda melamar. Mulai profil perusahaan, prestasi, kisah sukses, produk dan jasa, pasar sasaran, dan lainnya. Semua ini akan membuat Anda cukup percaya diri untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

    Terlihat tajam
    Menjadi cerdas dan elegan dalam berpakaian tidak hanya membuat Anda merasa baik, tapi juga memiliki dampak yang kuat pada pewawancara. Cara Anda berpakaian mendefinisikan cara Anda berpikir, bertindak, dan bagaimana yang lain bereaksi.

    Mendengarkan dengan saksama
    Memberikan perhatian penuh kepada pewawancara tidak hanya kepada apa yang dikatakannya, tapi juga apa yang tidak perlu dikatakan. Kadang-kadang, hal-hal penting yang tak terucap bisa banyak memberikan pengaruh.

    Menunjukkan antusiasme dengan bahasa tubuh
    Sebuah jabat tangan erat, senyum, kontak mata, dan tanggapan positif memastikan pewawancara percaya Anda msmpu dipekerjakan. Jadi jangan biarkan gugup merusak wawancara kerja Anda.

    Duduklah dengan baik, tenang, tegas, dan nyaman. Hindari gerak tubuh gelisah yang tercermin dari kaki dan tangan Anda. Gerak tubuh yang kikuk akan mengalihkan perhatian pewawancara dan memberikan kesan kepribadian yang lemah.

    Menjawab sesuai dengan pertanyaan
    Dengarkan dengan saksama apa yang mereka minta. Jika Anda tidak mengerti, cobalah mengkonfirmasi lagi, dan saat menjawab, tidak menyimpang dari satu hal ke hal lain.

    Mengajukan pertanyaan
    Ajukan pertanyaan seusai sesi wawancara. Baik pertanyaan perihal profil maupun perusahaan. Pertanyaan yang dilontarkan jangan memberikan kesan bahwa Anda tidak tertarik pada perusahaan dan pekerjaan. Meski demikian, pastikan pertanyaan Anda sesuai.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Kiat Sukses Meniti Karir Sebagai Freelancer
    Cara Jitu Mengubah Gaya Hidup Konsumtif
    Karyawan yang Bahagia Memiliki Kinerja Lebih Baik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.