Oleh-oleh Khas Madiun Bukan Cuma Brem, Cek Daftar Berikut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah roti bluder yang telah matang ke dalam plastik di salah satu perusahaan roti di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Sejumlah roti bluder yang telah matang ke dalam plastik di salah satu perusahaan roti di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Madiun - Belanja apa bila Anda berada di Madiun? Selain lokasi wisata, pusat oleh-oleh kerap menjadi incaran wisatawan. Namun, ketika berada di sana, kita kerap kali bingung hendak beli apa. Salah satu pusat oleh-oleh di Madiun yang ramai dikunjungi adalah toko Taman Sari di Jalan Kemiri, Kota Madiun, Jawa Timur.

    Siti Umiyati, pemilik toko Taman Sari, mengatakan oleh-oleh khas Madiun yang paling banyak terjual adalah brem, kerupuk puli, madumongso, sambel pecel, dan roti bluder. Saat liburan panjang pekan lalu, sejak Rabu, 4 Mei 2016, permintaan oleh-oleh tersebut meningkat tiga hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa di luar libur panjang.

    Menurut dia, di luar libur panjang, penjualan masing-masing dari lima makanan tersebut berkisar 300-400 bungkus per hari. Sedangkan saat momentum liburan kali ini mencapai 900 hingga 1.200 bungkus per hari. "Pembelinya kebanyakan orang dari luar kota dan ke sini secara rombongan," kata Siti kepada Tempo, Sabtu, 7 Mei 2016.

    Oleh-oleh yang laris terjual, ia melanjutkan, memiliki aneka rasa. Untuk brem, misalnya, ada rasa original, stroberi, dan cokelat, yang harganya dipatok Rp 6.000 hingga 7.500 per bungkus. Masing-masing bungkusnya berisi lima lembar makanan berbahan dasar ketan ini.

    Sedangkan kerupuk puli memiliki rasa jagung, keju, ikan, dan bawang. Harga setiap bungkusnya Rp 5.000-8.500. Adapun rasa sambal pecel yang banyak diburu adalah pedas, sedang, ekstra pedas, dan super pedas. Masing-masing rasa dijual dengan harga Rp 7.500 dengan berat 250 gram per kemasan.

    Indun Probo Utami, seorang pembeli oleh-oleh di toko Taman Sari, mengatakan buah tangan yang selalu dibeli dari Madiun adalah brem, kerupuk puli, dan sambel pecel. Menurut dia, komoditas yang dibeli dari daerah asalnya mempunyai rasa yang lebih enak. "Di Yogyakarta banyak yang buat nasi pecel, tapi rasa sambal-nya enggak seenak buatan Madiun," kata warga Yogyakarta ini.

    Perempuan ini bahkan membeli sambel pecel, kerupuk puli, dan brem masing-masing 40 bungkus. Selain dimakan sendiri bersama keluarga, buah tangan itu akan dibagikan ke tetangga dan temannya di Yogyakarta. "Beli banyak sekalian mumpung liburan di Madiun," ucap Indun.

    Taman Sari merupakan salah satu pusat oleh-oleh khas yang ada di Kota Madiun. Toko lain seperti Madurasa di Jalan Pahlawan dan sejumlah toko lain juga menyediakan produk yang hampir sama. Bahkan ada yang menyediakan Bakpia Pathok, jajanan khas Yogyakarta dan abon ikan tuna dari Pacitan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Berita lainnya:
    Cicil Belanja Lebaran, Yuk! 
    Baca Ini Sebelum Membeli Sepatu untuk Si Kecil
    6 Kesalahan Saat Belanja Bulanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.