Cara Jitu Mengubah Gaya Hidup Konsumtif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perencanaan keuangan. Mommysdiary.com

    Ilustrasi perencanaan keuangan. Mommysdiary.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan zaman membuat manusia menjadi lebih modern. Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak masyarakat yang senang memilih untuk menjalani gaya hidup konsumtif dengan berbagai alasan.

    Padahal gaya hidup konsumtif justru berdampak kurang baik, terutama bagi keuangan Anda.  Berikut ini tujuh cara cepat untuk mengakhiri hidup konsumtif yang mungkin sedang Anda alami:

    1. Menabung dan membuat perencanaan keuangan
    Mulailah berpikir untuk menyimpan sejumlah uang untuk ditabung. Tekanlah pengeluaran yang tidak perlu dan buatlah perencanaan keuangan yang ketat.

    Perencanaan keuangan akan menahan Anda berbelanja secara gila-gilaan. Apalagi kalau sebagian uang sudah terlebih dahulu disisihkan.

    2. Buat target pengeluaran
    Pastikan Anda memiliki target pengeluaran tertentu setiap harinya. Misalnya, satu hari Anda bisa menghabiskan Rp 150 ribu dengan asumsi untuk ongkos, bensin, dan makan. Maka jangan pernah keluar dari target tersebut, dan syukur-syukur kalau bisa ditabung karena berlebih.

    3. Kurangi window shopping
    Jangan terlalu sering menghabiskan waktu window shopping di mal atau pusat perbelanjaan. Kebiasaan itu secara tidak langsung akan membuat Anda secara tidak sadar berbelanja. Banyak kasus dimana window shopping akan berakhir dengan pengeluaran yang sebenarnya tidak penting.

    4. Utamakan kebutuhan
    Untuk orang yang konsumtif terkadang sangat sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Definisi kebutuhan itu adalah barang atau sesuatu yang sifatnya sangat prioritas demi berlanjutnya kehidupan Anda, seperti makanan, kebutuhan rumah tangga, listrik, air, dan sebagainya.

    Sementara, keinginan adalah sesuatu yang jika tak direalisasikan, tidak akan berpengaruh banyak bagi hidup Anda, seperti ponsel baru, baju baru, tas baru, ataupun kendaraan baru.

    Jadi, Anda harus memenuhi kebutuhan terlebih dahulu ketimbang keinginan yang justru membuat hidup Anda lebih konsumtif.

    5. Tinggalkan kartu kredit/debit di rumah
    Jangan pernah membawa kartu kredit atau kartu debit saat berpergian karena Anda akan tergoda menggunakanya. Baiknya, Anda membawa uang tunai sehingga akan berhati-hati menggunakannya. Kartu debit dan kartu kredit akan membuat Anda lebih konsumtif saat berbelanja, alias tidak pikir dua kali. Belum lagi kalau ada diskon dan promo suatu produk.

    6. Cermat membeli barang
    Jangan membeli barang karena ikut-ikutan atau ingin dibilang keren. Pastikan barang yang Anda beli memang diperlukan. Budaya membeli barang karena sedang tren bisa menjerumuskan Anda pada kehidupan konsumtif. Hanya Andalah yang tahu mana barang yang perlu dan tidak.

    Sebelum membeli barang, cermatlah memilih. Pastikan barang itu baik secara mutu dan harga. Barang yang bermutu baik terkadang lebih mahal. Namun ada kalanya harga mahal tidak menjamin mutu yang baik. Jadi Anda harus hati-hati.

    7. Alokasi dana untuk bantuan atau amal
    Membantu orang lain termasuk cara jitu menghindari kehidupan konsumtif. Anda bisa menyumbang panti asuhan, panti jompo, pembangunan rumah ibadah, korban bencana dan lain-lain.

    Pengeluaran dana untuk bantuan dan amal ini akan mengajarkan Anda bahwa masih banyak orang yang hidup dalam kesusahan, sehingga Anda akan mengerem kehidupan konsumtif Anda.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Agar Pasangan Jago di Ranjang
    6 Tip Hemat Makan di Restoran
    3 Martabak Kreatif yang Patut Dicoba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.