6 Alasan untuk Berhenti Minum Soda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Minuman yang mengandung soda masih menjadi kesukaan banyak orang dan menjadi teman setia di kala santai atau menonton di bioskop. Padahal, banyak juga orang yang mengerti bahwa minuman jenis tersebut kurang baik buat kesehatan.

    Kini, waktunya untuk lebih memahami fakta soal minuman bersoda. Bahkan minuman yang dilabeli diet soda pun bukan pilihan yang tepat untuk menghilangkan haus. Berikut ini adalah enam alasan kenapa kita harus mengucapkan selamat tinggal pada minuman bersoda versi purevow.com.

    1. Menyebabkan pusing
    Jika terbiasa meminum soda selama bertahun-tahun, Anda mungkin suka merasa sakit kepala. Minumlah teh hitam sebagai penawar.

    2. Sering buang air kecil
    Minuman bersoda biasanya mengandung kafein yang bersifat diuretik karena meningkatkan produksi urine. Akibatnya, si peminum jadi sering merasa ingin buang air kecil.

    3. Membuat gemuk
    Minuman bersoda mengandung gula yang tinggi. Satu kaleng minuman bersoda ukuran standar mengandung 120 kalori. Menurut penelitian di Universitas Purdue di AS, minuman yang disebut diet soda pun bisa membuat gemuk karena gula buatan yang terdapat di dalamnya bisa membingungkan tubuh dalam  hal kemampuan mengontrol kalori.

    4. Membuat gigi berwarna
    Gigi yang putih membuat senyum lebih indah. Namun bila Anda penggemar minuman bersoda, bisa jadi Anda akan kehilangan senyum manis itu karena gigi yang berarna kecoklatan, bahkan merusak lapisan enamel.

    5. Lebih mudah sakit
    Meminum dua kaleng soda dalam sehari akan mengakibatkan 200 gram gula yang terkandung di dalamnya menurunkan 40 persen kemampuan sel-sel darah putih untuk membunuh kuman. Akibatnya orang akan lebih mudah terserang penyakit.

    6.  Memperpendek umur
    The American Journal of Public Health melakukan penelitian terhadap panjang telomeres dalam sel-sel darah putih terhadap mereka yang meminum soda dan tidak. Hasilnya, mereka yang suka minum soda memiliki telomeres yang lebih pendek dibanding mereka yang tidak minum, atau artinya umur para peminum rata-rata empat tahun lebih pendek dari yang tidak minum soda.

    PIPIT

    Baca juga:
    Lini Hijab Uniqlo Terbaru
    Bila Di-bully di Kantor, Harus Bagaimana?
    Seperti Apa Rasanya Menikah di Kastil Cinderella?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.