Benarkah Makin Banyak Teman Makin Sehat dan Panjang Umur?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Lucas Jackson

    REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Makin banyak teman yang kita punya, maka makin sehat juga hidup kita. Fakta tersebut ditemukan oleh para peneliti di Universitas Oxford, Inggris. Menurut mereka, orang yang punya banyak teman memiliki toleransi yang lebih bak terhadap rasa sakit.

    Persahabatan meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh dan zat ini dipercaya sebagai pembunuh rasa sakit yang alami. Lebih jelasnya, endorfin adalah bagian dari sirkuit rasa sakit dan senang dan penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa endorfin bisa menjadi alat pengikat pada manusia dan binatang.

    Kekuatan endorfin dalam meredakan rasa sakit bahkan dikatakan lebih besar dari morfin. Bila penelitian itu benar, orang yang memiliki jaringan sosial yang luas memiliki ketahanan terhadap rasa sakit yang lebih tinggi.

    Katerina Johnson, mahasiswa program doktor di Universitas Oxford dalam bidang psikologi eksperimental menyatakan bahwa penemuan tersebut sangat menarik karena sistem endorfin bisa mengatai masalah kejiwaan seperti depresi.

    "Inilah mungkin salah satu alasan kenapa para penderita depresi sering merasa kurang bahagia dan menjauhkan diri dari kehidupan sosial," kata Johnson di Dailymail.

    Orang-orang yang memiliki level stres lebih tinggi biasanya memiliki jaringan sosial yang lebih sedikit. Begitu pula orang yang sangat berorientasi pada kesehatan karena mereka terlalu sibuk berlatih fisik sehingga tak punya waktu untuk bersosialisasi.

    "Penelitian menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas dari relasi sosial mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita dan mungkin bisa menjadi faktor penentu berapa lama kita akan hidup," ujar Johnson.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.