Seni Meningkatkan Potensi Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menggambar. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi anak menggambar. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Umumnya orang tua lebih mendorong anaknya agar fokus dalam bidang akademik. Tapi mereka juga mengijinkan anaknya untuk menekuni bidang seni. Orang tua berpikir kegiatan berkesenian membuang waktu dan membaca buku serta belajar di belakang meja adalah satu-satunya cara untuk berkembang.

    Padahal, seni memainkan peran tersendiri dalam membangkitkan indera anak. Seni adalah segala hal yang berkaitan dengan kreativitas. Tidak hanya melukis dan menggambar. Menyulam atau membuat kerajinan tangan dari tanah liat termasuk dalam seni. Seni, kegiatan yang meningkatkan kekuatan otak.

    Seni dapat menambah daya kreativitas untuk bekal di masa depan. Anak tumbuh dengan pikiran yang kreatif. Seni memaparkan pentingnya menerima ide-ide baru dan membuat anak-anak terbuka pikirannya. Selain itu, seni dapat membuat anak bersemangat untuk belajar.

    Seni juga dapat menjadi profesi. Saat anak menjadi dewasa. Hal ini akan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan. Seni juga dapat memberikan kepercayaan diri bagi anak. Anak akan merasa bangga akan karya. Hal ini tentu membuat orang tua bangga juga. Sebab itu, jangan takut untuk mendorong anak-anak belajar seni.

    ADVERTISEMENT

    BOLDSKY | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    Aura Kasih Goda Bekas Pacar: Mau Aku Seperti Ini atau..
    Awas Minum Obat Kuat, Bisa Mematikan!
    Obat Jerawat dari Dapur


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.