Gaun Pengantin Kate Middleton Hasil Sontekan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton.  REUTERS/Phil Noble

    Kate Middleton. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaun pengantin Kate Middleton sempat memukau mata masyarakat dunia saat upacara pernikahannya dengan Pangeran William, 29 April 2011, berlangsung. Gaun pengantin yang dikenakan Kate Middleton tersebut menjadi favorit sejumlah mempelai wanita hingga sekarang. Karena itu, banyak dibuat replikanya.

    Gaun pengantin yang dikenakan Kate Middleton itu merupakan hasil rancangan Alexander McQueen. Namun, setelah 5 tahun pernikahan, gaun yang dipakai Kate Middleton dituduh merupakan hasil sontekan. 

    Dilansir Fashionista, Selasa, 26 April 2016, seorang desainer gaun pengantin, Christine Kendall, menuduh McQueen telah mencuri idenya. Kendall mengklaim, Sarah Barton, Direktur Kreatif Alexander McQueen, telah menjiplak sketsa yang dibuatnya.

    Kendall mengaku telah membuat sketsa gaun itu 5 bulan sebelum pernikahan Kate Middleton dengan Pangeran William  berlangsung. Christine Kendall pun ingin memerkarakan gaun tersebut.

    "Saat ini dalam proses bahwa klien kami merasa desainnya secara tidak adil telah dijiplak. Namun klaim ini tidak ditujukan untuk Duchess (Kate Middleton) maupun dugaan pelanggaran terhadap Istana," kata pengacara Kendall. 

    Pihak Alexander McQueen membantah telah menjiplak sketsa milik Kendall. Mereka menyatakan Sarah baru mengenal Kendall 13 bulan setelah resepsi pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William berlangsung. "Sarah Burton tak pernah melihat sketsa milik Christine," kata pihak Alexander McQueen.

    BISNIS.COM

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Pilih 'Mundur' Ketimbang Jawab Panama Papers
    Anak-anak Yazidi yang Berhasil Lolos dari Kamp Pelatihan ISIS
    Kafein Pembakar Lemak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.