Kafein Pembakar Lemak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. sxc.hu

    Ilustrasi kopi. sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Kafein efektif membakar lemak dan memproduksi tenaga, tapi harus dikonsumsi pada batas aman. Minum kopi dan teh hijau baik dilakukan sebelum pergi ke pusat kebugaran. Ini yang dilakukan sejumlah atlet untuk ketahanan stamina mereka.

    Sebelum bertanding, mereka mengkonsumsi kafein dari minuman berenergi. Kafein, zat utama yang terdapat pada kopi, teh, dan soda, akan merangsang pengeluaran lemak sehingga otot membakar lemak dan memasok tenaga. 

    Secara alamiah, kafein terdapat dalam biji kopi, daun teh, biji kola, dan biji cokelat. Kafein bisa menyatukan kemampuan berpikir seseorang dan kemampuan bekerja keras. Kerja otak dan otot bisa selaras karena keduanya sama-sama memeras energi, yang pada akhirnya membakar lemak.

    Kafein juga sering dipakai sebagai kandungan suplemen diet. Cara kerjanya, kafein melepaskan asam lemak dalam darah sehingga aktivitas otot meningkat, disertai suplai kalsium. Dengan demikian, tubuh siap melakukan aktivitas tinggi.

    Menurut pelatih kebugaran dan pakar metode diet, Phaidon L. Toruan, kafein jelas efektif meningkatkan pembakaran lemak dan membantu produksi tenaga. Hanya, konsumsi kafein dalam jumlah banyak, menurut studi Anna Vittoria Mattioli dari Universitas Modena, Italia, dapat meningkatkan risiko terkena aritmia alias penyakit jantung.

    Kafein menimbulkan efek samping tak langsung, yakni menstimulasi pernapasan dan jantung. Dalam kadar tertentu, hal itu membantu mereka yang sedang beraktivitas tinggi. Namun konsumsi kopi berlebih akan memacu jantung bekerja ekstra. 

    MAJALAH TEMPO

    Berita terpopuler lainnya:
    Pengakuan Tamara ke Dua Cowok Ini Usai Bertemu Penjambaknya
    Nasihat Maia yang Kaget Soal Heboh Al Ghazali Cium Alyssa
    Apa Perbedaan Ciuman Cinta dan Rangga di AADC 2 dan 1?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.