Ibu Bekerja Menebus Dosa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu bekerja. Shutterstock.com

    Ilustrasi Ibu bekerja. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin kompleks kehidupan, tuntutan finansial dalam pendidikan membuat banyak ibu terpaksa ikut bekerja memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Hasil temuan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia saat menghimpun keluhan para ibu di Indonesia lewat hot line dan pelatihan parenting-nya adalah banyak ibu bekerja yang merasa berdosa karena waktu dengan anak jadi berkurang.

    Hal tersebut dikemukakan Winarti Sukaesih, direktur eksekutif lembaga tersebut, yang akrab dipanggil Wowong. Bagi ibu bekerja, membagi waktu bukanlah hal yang mudah. Banyaknya tanggung jawab dan fungsi yang harus dijalani, menuntut ibu bekerja pandai membagi waktu dengan baik. Tak jarang pula ibu yang bekerja karena perasaan bersalahnya, cenderung memanjakan anak. Apa yang anak minta ia berikan.

    Wowong mengutip data The Institute of Science and Technology Journal's yang menyebut di Indonesia rata-rata perempuan mulai bekerja sebelum menikah pada usia 22 tahun dan hanya sebagian kecil yang berhenti bekerja setelah menikah serta memiliki anak. "Sebagian ibu yang berhenti bekerja, setelah beberapa tahun, kembali bekerja," ujarnya.

    Sementara itu, menurut data International Institute of Population Science, di Indonesia terdapat lebih dari 40 persen perempuan menjalankan fungsi ganda sebagai ibu dan wanita pekerja. Berikut ini tip seputar bagaimana mengelola waktu bersama anak:

    - Waktu
    Sediakan waktu minimal 15 menit tapi yang berkualitas. Curahkan perhatian kepada anak. Bukan sepanjang hari tapi Anda sambil mengerjakan pekerjaan lain.

    - Komunikasi
    Mengirim SMS dan menelepon ke rumah saat orang tua bekerja memang baik. Namun tak bisa menggantikan kehadiran orang tua di mata anak. Gunakan alat komunikasi tidak sekadar untuk mempatroli anak dengan pertanyaan apakah sudah belajar atau sudah makan.

    - Anak jangan sampai tahu
    Jangan beri anak kesempatan memanipulasi orang tua dengan memberi tahu betapa merasa bersalahnya Anda tidak bisa menemani mereka karena harus bekerja.

    - Bermain bersama
    Sebaiknya Anda memutar otak untuk mencari tahu permainan apa yang sebaiknya dilakukan bersama anak. Pekerjaan rumah juga bisa dijadikan arena bermain dan belajar bagi anak, misalnya berkebun dan memasak. Meski sebaiknya mengandung nuansa pendidikan, permainan bisa menjadi arena bergembira bagi anak sekaligus menguatkan ikatan batin dengan orang tua.

    KORAN TEMPO

    Berita terpopuler lainnya:
    Tempo Luncurkan Kanal 'Cantik' Khusus untuk Wanita
    Sembelit? Redakan dengan Makanan Ini
    6 Kesalahan Saat Berolahraga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.