Sederet Manfaat Alpukat buat Kesehatan dan Mereka yang Diet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alpukat. Sxc.hu

    Alpukat. Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang tak mau mengkonsumsi alpukat dengan alasan takut gemuk karena lemak yang terkandung dalam buah berwarna hijau itu. Namun sebenarnya, lebih banyak manfaat yang bisa diambil dari alpokat daripada keburukannya.

    Alpukat kaya akan nutrisi dan cocok buat mereka yang sedang diet. Alpukat juga kaya akan kalori dan sangat mengenyangkan karena kandungan lemak baik dan serat yang ada di dalamnya. Apa saja kebaikan lain dari alpokat?

    *Tekstur lembut alpokat tak lepas dari zat penting yang ada di dalamnya, lemak tak jenuh. Lemak jenis ini dipercaya bisa menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

    *Kaya akan serat. Menambahkan alpukat ke dalam menu diet bisa menambah asupan serat. Jika kita ingin menurunkan berat badan atau menjaga tubuh tetap langsing, serat dari alpukat adalah sahabat yang baik. Serat tak mengandung kalori tapi bisa membuat kenyang.

    *Mengandung multivitamin. Menambah alpukat ke dalam menu diet juga bisa meningkatkan asupan vitamin dan mineral. Alpukat mengandung vitamin K yang tinggi dan baik untuk tulang dan pemulihan cedera. Ada pula vitamin B kompleks yang bagus buat metabolisme dan membantu kelancaran peredaran darah. Alpukat juga mengandung vitamin C yang baik untuk kulit, tulang sehat, dan sistem kekebalan tubuh.

    *Alpukat juga kaya antioksidan yang baik buat perlambatan penuaan. Tanda-tanda penuaan seperti kerutan di wajah dan rambut yang berubah warna terjadi karena kerusakan sel yang disebabkan oleh racun dan radikal bebas.

    *Mengandung kalori yang tinggi. Satu buah alpokat mengandung lebih dari  300 kalori sehingga baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang diet.

    *Bisa diolah menjadi banyak jenis makanan atau campuran makanan lain.

    EHOW l PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.