Ini Efek Buruk Tekanan Pekerjaan bagi Kesehatan Karyawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • pro.corbis.com

    pro.corbis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika memiliki atasan yang terlampau menekan dan memberikan pekerjaan di luar batas waktu kerja atau kemampuan, sudah saatnya Anda mengevaluasi kesehatan.

    Sebuah studi menemukan, tekanan kerja karena atasan yang terlalu menuntut bisa menimbulkan efek kesehatan yang buruk pada karyawan dalam jangka panjang.

    Menurut para peneliti, atasan yang menginspirasi staf mereka untuk melakukan pekerjaan di atas kemampuan karyawannya dapat membahayakan kesehatan dari waktu ke waktu.

    Temuan tersebut menunjukkan tekanan konstan dari pemimpin transformasional dapat meningkatkan kadar kelemahan karyawan.

    Akibatnya, karyawan bisa berisiko mengidap beragam penyakit.

    "Ada kemungkinan harapan kinerja tinggi menimbulkan risiko karyawan menjadi sakit dan rentan," kata Karina Nielsen, profesor organisasi pekerja dan psikologi yang berbasis di Norwich University of East Anglia (UEA).

    Dia mengatakan pemimpin transformasional dapat membuat karyawan berkorban dan mengabaikan kesehatannya, serta rentan terserang penyakit.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Kerja & Stres itu meneliti kaitan antara pola kepemimpinan, pola kerja pegawai, dan penyakit yang ditimbulkannya.

    Kepemimpinan transformasional sebelumnya ditujukan untuk meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan.

    Namun studi baru menunjukkan pemimpin transformasional yang mendorong kelompok mereka untuk melakukan upaya ekstra di tempat kerja dapat memperburuk penyakit sebagai akibat dari tingginya tuntutan pekerjaan. Penyakit ini pun bisa menular dari satu karyawan ke karyawan lain.

    Penelitian ini difokuskan pada pekerja pos dan manajer mereka di Denmark selama 3 tahun. Total ada 155 peserta di 22 kelompok kerja yang diteliti.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.