Setelah Bandung, Liebeskind Berlin Buka Butik di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Butik pertama Liebeskind Berlin di Jakarta. bisnis.com

    Butik pertama Liebeskind Berlin di Jakarta. bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Merek tas ternama, Liebeskind Berlin, membuka butik pertamanya di Jakarta, tepatnya di Mal Pondok Indah, Kamis, 21 April 2016. Ini merupakan butik kedua di Indonesia setelah sebelumnya dibuka di Paris Van Java, Bandung.

    “Liebeskind Berlin telah beberapa tahun ini mencari lokasi di Jakarta, setelah sempat membuka toko pop-up Plaza Indonesia 2 tahun lalu. Pembukaan butik ini di Jakarta merupakan pengembangan dari kesuksesan brand tersebut di Urban Icon dalam 2,5 tahun terakhir,” kata Matthew Mendelsohn, Marketing Advisor-Lifestyle Brands dari Time Internasional, pemegang lisensi, saat siaran pers, Jumat, 22 April 2016.

    Untuk merayakan pembukaan butik itu, Liebeskind Berlin menghadirkan Sanda Bag, tas kulit edisi terbatas yang hanya tersedia di Indonesia. Tas model hobo ini hadir dalam tiga warna, yaitu hitam, Indian Tan, dan Baked Apple. Tas dengan gaya Berlin yang unik itu menggunakan teknik jahitan tangan yang eksklusif.

    Butik ini menawarkan beragam aksesori, seperti dompet, gelang, hingga case ponsel. Harga tas kulit ialah Rp 2-5 juta. Sedangkan dompet Rp 1-1,5 juta. Aksesori lainnya dijual seharga Rp 250 -400 ribu.

    Liebeskind Berlin merupakan salah satu merek mode ternama di Eropa dengan pendapatan lebih dari US$ 100 juta secara global. Butik tersebut bisa ditemukan di berbagai kota di dunia, seperti Berlin, New York, Barcelona, dan Dubai.

    Merek ini juga hadir di toko multibrand ternama, seperti Nordstrom, Bloomingdale’s, dan Galeries Lafayette. Liebeskind Berlin pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2013 dan tersedia di Urban Icon.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.