3 Tanda Melakukan Gaslighting kepada Diri Sendiri

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi wanita bekerja dalam kondisi cemas. Foto: Unsplash.com/Icons8 Team

TEMPO.CO, Jakarta - Gaslighting biasanya terkait dengan hubungan romantis, keluarga, atau bahkan tempat kerja. Tapi tahukah Anda bahwa ada kemungkinan Anda melakukan gaslighting kepada idiri sendiri?

Psikolog klinis Dr. Julie Smith mengatakan ada tiga tanda Anda mungkin secara tidak sengaja menyabotase kebahagiaan Anda sendiri. “Gaslighting berdampak buruk pada kesehatan mental,” catatnya. “Tetapi bagaimana jika Anda melakukan perilaku yang sama terhadap diri Anda sendiri?” katanya.

Dia mencatat bahwa orang-orang yang kemungkinan besar melakukan gaslighting sendiri telah mengalami gaslighting di tangan orang lain dalam hubungan sebelumnya. "Kita dapat menginternalisasi suara pelaku sehingga menjadi cara kita berbicara kepada diri kita sendiri di rumah kita sendiri, pikiran sendiri," katanya. Julie Smith memperingatkan bahwa pola ini dapat bertahan lama setelah kita lolos dari situasi tersebut dan terus berdampak merusak pada kesehatan mental. Langkah pertama dalam penyembuhan, tegasnya, adalah mengenali tanda-tanda di bawah ini.

3 tanda Anda mungkin melakukan gaslighting kepada diri sendiri

1. Menyalahkan diri sendiri 

Apakah Anda mendapati diri Anda menjelaskan kesalahan orang lain sambil memegang standar yang sama sekali berbeda? "Jika Anda membuat kesalahan, menurut Anda itu mengatakan sesuatu yang mendasar tentang siapa Anda sebagai pribadi dan menggunakannya untuk membenarkan hukuman diri dan membenci diri sendiri," kata Dr. Smith. Ingatkan diri Anda tentang bagaimana Anda memperlakukan orang lain dalam skenario yang sama dan berikan diri Anda perilaku yang sama.

2. Tidak mempercayai penilaian diri sendiri

“Tetapi Anda melihat pendapat orang lain sebagai sumber yang jauh lebih kredibel,” catat Dr. Smith, menambahkan bahwa rasanya Anda hidup dalam keraguan diri yang hampir konstan dan mencari kejelasan dan kepastian dari orang lain.

3. Mengabaikan perasaan Anda sendiri

Dr. Smith memberi tahu kita bahwa orang-orang yang melakukan gaslighting sering kali percaya bahwa mereka terlalu sensitif atau bereaksi berlebihan. "Jadi, kamu tidak tahu emosi mana yang harus didengarkan lagi," tambahnya.

Langkah pertama dan terpenting untuk mulai membalikkan keadaan ini adalah dengan membiasakan diri dengan tanda-tanda ini dan tidak melihatnya ketika itu terjadi. “Tempat yang baik untuk memulai adalah dengan membuat jurnal dan menuliskan detail saat Anda menyadari bahwa Anda telah berperilaku seperti ini terhadap diri Anda sendiri," kata Dr. Smith.

Lalu merefleksikannya secara teratur membangun kesadaran sehingga, segera Anda akan mulai memperhatikan hal-hal itu pada saat itu, saat itu terjadi. Ini, katanya, adalah saat Anda harus memilih apakah Anda mengikutinya atau memutuskan siklusnya. “Melakukan ini dengan bimbingan seorang terapis adalah yang paling ideal. Tetapi bagi mereka yang tidak memiliki akses ke terapi, mulai mengerjakannya dengan membuat jurnal adalah tempat yang bagus untuk memula," tambahnya.

PUREWOW

Baca juga: Mengenal Istilah Gaslighting yang jadi Word of The Year 2022

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Menjaga Kesehatan Mental dengan Berkebun atau Merawat Tanaman

6 jam lalu

Menjaga Kesehatan Mental dengan Berkebun atau Merawat Tanaman

Berkebun atau merawat tanaman salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

1 hari lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Ini Dampak Buruk yang Dirasakan Balita saat Diberi Kopi Saset

2 hari lalu

Ini Dampak Buruk yang Dirasakan Balita saat Diberi Kopi Saset

Hindari memberi kopi untuk balita, ini berbagai dampak buruknya.


Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

2 hari lalu

Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

Kaia Gerber kini lebih banyak bekerja dari rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarha


Emily Ratajkowski Curhat tentang Sindrom Impostor, Apa Itu?

4 hari lalu

Emily Ratajkowski Curhat tentang Sindrom Impostor, Apa Itu?

Emily Ratajkowski menekankan perlunya menghargai orang-orang di sekitar.


Dampak Perundungan Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

5 hari lalu

Dampak Perundungan Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Psikiater mengungkapkan dampak perundungan yang tidak terpantau orang tua dapat membentuk karakter negatif pada anak.


6 Manfaat Liburan, Meningkatkan Kebahagiaan hingga Kesehatan Mental

6 hari lalu

6 Manfaat Liburan, Meningkatkan Kebahagiaan hingga Kesehatan Mental

Liburan momentum untuk membahagiakan diri sendiri atau bersama orang lain


Anak Jadi Korban Bullying, Ini 6 Cara Orang Tua Membantu Mereka

8 hari lalu

Anak Jadi Korban Bullying, Ini 6 Cara Orang Tua Membantu Mereka

Bullying menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Inilah cara orang tua membantu anak menghadapi intimidasi.


Inilah Alasan Mengapa Tertawa Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental

10 hari lalu

Inilah Alasan Mengapa Tertawa Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental

Tertawa adalah sensasi positif dan menjadi cara yang berguna dan sehat untuk mengatasi stres.


3 Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Peradangan Kulit

18 hari lalu

3 Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Peradangan Kulit

Kulit adalah baris pertama dari sistem kekebalan tubuh kita, sebab itu penting untuk merawatnya