Telentang dan Miring, Inilah Posisi Tidur Terbaik Menurut Dokter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seperti diet dan olahraga, tidur yang baik penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, banyak orang yang tidak bisa tidur nyenyak, apalagi karena pandemi, sehingga kurang tidur sudah menjadi hal biasa. Kualitas tidur tidak tergantung pada lamanya, tetapi bagaimana posisinya juga penting.

Senthil Kumar, Konsultan Ortopedi, Artroskopi dan Operasi Tulang Belakang di Delhi, India, mengatakan banyak orang tertidur tanpa memperhatikan posisi, mengabaikan dampak kesehatan yang mungkin timbul. "Tidur tengkurap, punggung, atau samping dapat mempengaruhi  mendengkur, gejala susah bernapas, sakit leher, dan punggung dan masalah medis lainnya," ucap Senthil.

Yogesh Kumar, konsultan senior ortopedi, menambahkan bahwa tidur dengan posisi yang salah dapat mengganggu tidur, meningkatkan ketegangan, dan menyebabkan sirkulasi yang buruk meningkat. “Kurang tidur berdampak pada sistem kekebalan, terjaga, dan metabolisme Anda.” 

Jadi, apa posisi terbaik bagi Anda untuk tidur? Menurut para ahli, posisi tidur yang ideal adalah yang meratakan tulang belakang, dari pinggul hingga bagian kepala.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine menemukan bahwa anak-anak tidur secara merata ke arah samping, punggung, dan sisi depan. Dari semuanya, posisi terbaik adalah tidur miring atau telentang, ucap Senthil.

Tidur menyamping

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa posisi tidur yang dominan untuk orang dewasa adalah menyamping. Senthil mengatakan posisi yang paling nyaman dalam posisi ini karena tulang belakang dapat tetap terentang dan cukup netral dengan kasur. Hal ini membantu kita menghindari nyeri leher, punggung, dan bahu.

Telentang

"Tidur telentang adalah posisi tidur kedua yang paling umum," katanya, seraya menambahkan bahwa posisi ini menjaga tulang belakang pada posisi yang lebih alami. "Ini dapat membantu meredakan nyeri leher, bahu, dan punggung dari posisi lain. Mengangkat kepala di atas bantal juga dapat membantu mengurangi masalah yang terkait dengan penyumbatan asam."

Posisi Tidur Terburuk 

Para ahli percaya tidur tengkurap berbahaya karena memberikan banyak tekanan pada paru-paru dan dada, yang memengaruhi fungsi pernapasan.
"Kepala diangkat di atas bantal, mencegah tulang belakang beristirahat dalam posisi netral. Ini juga bisa menunjukkan bahwa tulang belakang yang kendur memberi tekanan ekstra pada punggung dan perut,akan membuat Anda terbangun dengan anggota badan mati rasa," kata Senthil.

Kumar menambahkan bahwa tidur tengkurap membuat punggung bagian bawah tegang dan dapat menyebabkan sakit leher. "Orang yang tidur tengkurap melaporkan kegelisahan saat mereka berguling dalam upaya untuk menemukan posisi yang nyaman," katanya. 

Posisi tidur lain yang harus dihindari adalah posisi fetal atau janin. Senthil menjelaskan bahwa postur ini mengerikan bagi tulang belakang dan dapat menyebabkan berbagai masalah punggung dan akibatnya.

Khusus untuk ibu hamil, ahli ortopedi menyarankan tidur miring dan menghindrai telentang atau tengkurap.

"Jika Anda hamil, tidurlah menyamping, idealnya miring ke kiri. Tidur miring ke kiri meningkatkan jumlah darah dan nutrisi yang mencapai plasenta dan bayi. Posisi ini menguntungkan," kata Dr. Senthil.

NADIA RAICHAN FITRIANUR

Baca juga: Posisi Tidur Terburuk Bagi Kesehatan Menurut para Ahli

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Penyebab Tidur Mengorok dengan Masalah Kesehatan Tertentu

2 hari lalu

Penyebab Tidur Mengorok dengan Masalah Kesehatan Tertentu

Mengorok kondisi tersebab adanya penyempitan saluran udara di tenggorokan atau hidung saat tidur


Tidur Siang Menguntungkan bagi Kesehatan, Asal Durasinya Pas

3 hari lalu

Tidur Siang Menguntungkan bagi Kesehatan, Asal Durasinya Pas

Tidur siang bisa menguntungkan atau merugikan kesehatan, tergantung durasinya.


Teknik Ini Membuat Orang Tertidur dalam Lima Menit Menurut Studi, Mau Coba?

3 hari lalu

Teknik Ini Membuat Orang Tertidur dalam Lima Menit Menurut Studi, Mau Coba?

Salah satu metode untuk tertidur dalam waktu cepat disebut niat paradoks, seperti apa?


6 Kiat Merawat Kesehatan Kulit Wajah

8 hari lalu

6 Kiat Merawat Kesehatan Kulit Wajah

Kesehatan kulit wajah penting diperhatikan, tidak hanya soal menggunakan produk perawatan saja


4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

9 hari lalu

4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

Jika sudah tidur selama durasi ideal, tubuh tidak terasa bugar dan masih lesu menandakan kondisi junk sleep


Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

10 hari lalu

Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

Cerebral palsy sebuah gangguan yang disebabkan perkembangan otak yang tidak normal mempengaruhi kemampuan untuk bergerak serta menjaga keseimbangan.


Tidur Delapan Jam pada Malam Hari tapi Masih Ngantuk saat Bangun? Ketahui Tanda Junk Sleep

11 hari lalu

Tidur Delapan Jam pada Malam Hari tapi Masih Ngantuk saat Bangun? Ketahui Tanda Junk Sleep

Junk sleep bukan hanya merujuk pada kurang tidur, tetapi juga bisa jadi tidur cukup lama tapi kurang berkualitas.


Mengenal Jonathan, Kura-kura Tertua di Dunia Berusia 190 Tahun yang Hobi Makan dan Tidur

11 hari lalu

Mengenal Jonathan, Kura-kura Tertua di Dunia Berusia 190 Tahun yang Hobi Makan dan Tidur

Guinnes World Records menobatkan Jonathan sebagai kura-kura tertua di dunia yang pernah ada. Di tahun 2022 ini, usia Jonathan genap 190 tahun dan masih hidup di St. Helena, sebuah pulau kecil di Samudera Atlantik Selatan.


Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Makan

11 hari lalu

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Makan

Lima hal ini tidak boleh dilakukan setelah makan karena tidak baik bagi kesehatan.


Inilah 5 Risiko Sering Makan Junk Food bagi Anak

13 hari lalu

Inilah 5 Risiko Sering Makan Junk Food bagi Anak

Bagi anak-anak, sesekali mengkonsumsi junk food memang tidak ada salahnya. Namun, apabila sering dikonsumsi, junk food dapat merusak kesehatan anak.