Gejala Kanker Vulva yang Sering Dikira Infeksi Saluran Kemih

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi vagina. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kanker tertentu hanya menyerang wanita. Lima jenis kanker ginekologi adalah kanker serviks, ovarium, rahim, vagina, dan vulva. Kanker vulva adalah kanker langka yang terjadi pada tuba fallopi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Salah satu gejala yang paling umum pada kanker ovarium dan kanker vulva adalah keinginan yang lebih sering atau mendesak untuk buang air kecil dan/atau konstipasi. Namun, ada gejala tertentu yang hanya terbatas pada kanker vulva, yang sering salah didiagnosis atau disalahartikan sebagai sesuatu yang jinak seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi jamur.

Untuk diketahui, vulva adalah bagian luar dari alat kelamin wanita, termasuk pembukaan vagina, juga dikenal sebagai ruang depan; labia majora, yang merupakan bibir luar; labia minora, bibir bagian dalam; dan klitoris.

Kanker vulva adalah pertumbuhan abnormal sel-sel di vulva, yang paling sering mempengaruhi tepi bagian dalam labia mayora atau labia minora, menurut American Cancer Society (ACS).

Usia adalah salah satu faktor risiko utama penyakit ini. Mereka yang berusia kurang dari 50 tahun kurang rentan terhadap kanker vulva dibandingkan mereka yang berusia di atas 70 tahun. Usia 70 juga merupakan usia rata-rata wanita yang didiagnosis menderita kanker vulva invasif, menurut catatan badan kesehatan.

Kanker vulva dapat menyebabkan gejala yang terkadang sangat tidak nyaman bagi sebagian orang sehingga sangat jarang dibicarakan dan didiskusikan. Itu sebabnya kanker ini sering kali terlambat didiagnosis.

Selain itu, gejala kanker vulva terkadang dapat menyerupai kondisi kesehatan jinak lainnya. Karena diabaikan, kondisi kanker pun jadi tambah buruk.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) merekomendasikan untuk menemui dokter saat melihat adanya perubahan pada penampilan vulva. "Meskipun sangat kecil kemungkinannya akibat kanker, perubahan ini harus diselidiki," kata badan kesehatan tersebut.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. Gatal terus-menerus pada vulva dan sensasi terbakar saat buang air kecil

Vagina gatal dan terbakar adalah masalah kesehatan umum yang dihadapi oleh sebagian besar wanita selama gaya hidup mereka. Ini merupakan indikasi dari infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi jamur, yang cukup umum.

Namun, yang tidak diketahui atau diabaikan banyak orang adalah fakta bahwa rasa gatal dan perih yang terus-menerus saat buang air kecil juga bisa menandakan kanker vulva. Ini kadang-kadang juga disebut sariawan vagina.

Cancer Research UK mengatakan bahwa sariawan adalah infeksi jamur umum yang dapat mempengaruhi mulut dan kulit di berbagai bagian tubuh. Namun, tubuh kesehatan juga menyoroti bahwa gejala sariawan vagina bisa mirip dengan kanker vulva dan termasuk keputihan, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks.

2. Tumbuh jaringan seperti kutil

Kutil kelamin erlihat seperti benjolan berwarna kulit atau keputihan yang muncul di sekitar vulva, vagina, leher rahim, penis, skrotum, atau anus. Menurut ACS, karsinoma verrucous, subtipe kanker vulva sel skuamosa invasif, juga dapat terlihat seperti pertumbuhan seperti kembang kol yang mirip dengan kutil kelamin. Meskipun kemungkinannya menjadi kanker jarang terjadi, badan kesehatan merekomendasikan untuk menemui dokter atau memeriksakannya ke dokter.

3. Periksa perubahan tahi lalat

Melanoma vulva adalah jenis kanker vulva, yang dapat dimulai dengan perubahan pada tahi lalat yang telah ada selama bertahun-tahun. ACS membahas aturan ABCDE yang digunakan untuk membantu membedakan tahi lalat normal dari yang bisa jadi melanoma.

Asimetri: 1/2 dari tahi lalat tidak cocok dengan yang lain.
Border irregularity (Ketidakteraturan batas): Tepi tahi lalat compang-camping atau berlekuk.
Color (Warna): Warna di atas tahi lalat mungkin tidak sama, dengan warna cokelat, cokelat, atau hitam yang berbeda dan terkadang bercak merah, biru, atau putih.
Diameter: Tahi lalat lebih lebar dari 6 mm atau sekitar 1/4 inci.
Evolving (Berkemban: Perubahan ukuran, bentuk, atau warna.

4. Perubahan kulit

Seperti yang telah dibahas, vulva adalah area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia. Konon, setiap perubahan pada bagian sistem reproduksi wanita ini harus ditangani.

Dalam kasus kanker vulva, area pada vulva dapat terlihat berbeda, mungkin lebih terang atau lebih gelap dari kulit normal di sekitarnya, atau terlihat merah atau merah muda, menurut ACS.

Mungkin ada benjolan yang bisa berwarna merah, merah muda, atau putih dan mungkin memiliki permukaan seperti kutil atau kasar atau terasa kasar atau tebal, menurut badan kesehatan itu. Gejala lain kanker vulva adalah kemungkinan terlihat adanya penebalan kulit vulva.

TIMES OF INDIA

Baca juga: Viral Tampon Disebut Bisa Menyebabkan Kista dan Kanker, Ini Kata Dokter

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






7 Jenis Bau Miss V dan Penyebabnya

2 jam lalu

7 Jenis Bau Miss V dan Penyebabnya

Jika Anda khawatir dengan bau miss V Anda, jangan ragu untuk menemui dokter,


Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

1 hari lalu

Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

Limun sarsaparilla merupakan salah satu kuliner Jogjakarta yang banyak diincar oleh wisatawan. Minuman ini juga dikenal dengan saparella, yaitu minuman bersoda yang terbuat dari batan tanaman sarsaparilla dan air berkarbonasi. Tak hanya segar, minuman ini juga dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.


Kirstie Alley Didiagnosis Idap Kanker Usus Besar Sebelum Meninggal, Apa Gejalanya?

2 hari lalu

Kirstie Alley Didiagnosis Idap Kanker Usus Besar Sebelum Meninggal, Apa Gejalanya?

Kirstie Alley menjalani pengobatan kanker usus besar dan berjuang sampai kematiannya pada usia 71.


Kirstie Alley Meninggal setelah Berjuang Melawan Kanker

3 hari lalu

Kirstie Alley Meninggal setelah Berjuang Melawan Kanker

Bintang Look Who's Talking (1989) dan peraih Emmy Awards 2 kali, Kirstie Alley sempat menjalani perawatan di pusat kanker.


Perhatikan Waktu Aktivitas Luar Ruangan untuk Cegah Kanker Kulit

3 hari lalu

Perhatikan Waktu Aktivitas Luar Ruangan untuk Cegah Kanker Kulit

Paparan sinar matahari langsung bisa memicu kanker kulit sehingga penting untuk memperhatikan waktu beraktivitas di luar ruangan.


Deteksi Kanker Kulit, Kenali Ciri Tahi Lalat ABCDE

4 hari lalu

Deteksi Kanker Kulit, Kenali Ciri Tahi Lalat ABCDE

Dokter mengajak masyarakat mendeteksi dini kondisi tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker kulit dengan memperhatikan bentuknya.


Manfaat Mengonsumsi Buah Stroberi

4 hari lalu

Manfaat Mengonsumsi Buah Stroberi

Stroberi memberikan tubuh vitamin, serat, dan antioksidan tingkat tinggi atau polifenol


Kelompok Orang yang Rentan Mengalami Kanker Ovarium

5 hari lalu

Kelompok Orang yang Rentan Mengalami Kanker Ovarium

Ada enam faktor risiko yang memungkinkan wanita terkena kanker ovarium, empat gejala ini juga mesti diwaspadai.


5 Kandungan Nanas yang Bisa Cegah Kanker dan Sakit Jantung

5 hari lalu

5 Kandungan Nanas yang Bisa Cegah Kanker dan Sakit Jantung

Buah nanas memiliki banyak manfaat kesehatan. Ini kandungan yang bikin nanas


Dokter: Meski Tak Bisa Sembuh, Kanker Dapat Dikontrol

5 hari lalu

Dokter: Meski Tak Bisa Sembuh, Kanker Dapat Dikontrol

Dokter mengatakan kanker tidak bisa sembuh namun dapat dikendalikan. Berikut penjelasan dan sarannya.