8 Cara Berhenti Membandingkan Kehidupan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi wanita. Freepik.com/Wayhomestudio

TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda berpikir bahwa orang lain mungkin terlihat menjalani kehidupan yang jauh lebih bahagia? Tapi tidak ada yang tahu berapa banyak waktu dan usaha yang dibutuhkan orang lain untuk mendapatkan pekerjaan yang sukses atau membangun keluarga yang bahagia.

Tidak ada gunanya membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang harus Anda lalui untuk mendapatkan hasil yang sama. Keinginan untuk membandingkan diri sendori dengan orang lain adalah fungsi normal otak. Itu memudahkan untuk menentukan signifikansi, dan juga memotivasi untuk pengembangan diri.

Namun, membandingkan diri Anda dengan orang lain bisa berbahaya, terutama jika Anda memiliki harga diri yang rendah. Di bawah ini, Anda akan menemukan cara sederhana untuk berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain — dan mulai berkonsentrasi pada hidup Anda sendiri.

8 cara sederhana untuk mengalihkan fokus Anda pada  kehidupan dan kesuksesan Anda sendiri

1. Fokus pada kekuatan

Hanya ada 24 jam dalam sehari untuk menjadi sukses, dan Anda perlu memprioritaskan pencapaian tujuan di atas hal lain. Anda harus berhenti berfokus pada orang lain karena Anda secara drastis mengurangi peluang sukses jika Anda menghabiskan waktu berfokus pada kelemahan. Sebab itu, Anda perlu fokus pada kekuatan, bukan kelemahan, untuk mencapai potensi penuh Anda.

2. Belajar mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri tanpa syarat adalah hal yang wajar. Jika Anda tidak membandingkan diri Anda dengan siapa pun, Anda fokus pada diri sendiri — ini bukan tentang menjadi egois. Orang dengan perasaan evaluasi diri yang tinggi melakukan apa yang mereka inginkan dan tidak takut akan konsekuensinya. Mereka hidup dengan cara yang mereka suka dan melakukan apa yang mereka sukai. Jika mereka menikah, itu khusus untuk cinta, dan jika cinta hilang, mereka bercerai. Mencintai diri sendiri adalah kemampuan untuk hidup seperti yang Anda inginkan. Jika peduli dengan diri sendiri, Anda tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

3. Tentukan tujuan dengan jelas 

Ketika Anda melihat pencapaian orang lain dan tidak merasakan apa pun kecuali iri, Anda hanya membuang-buang waktu. Alih-alih hanya bermimpi tentang kehidupan baru, gunakan waktu ini untuk mengevaluasi kembali tujuan Anda. Akan lebih baik jika tidak pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam hal Anda tidak beruntung.

Jika Anda ingin hidup secara berbeda, pertama-tama Anda perlu memahami bagaimana mencapainya dan menghindari keraguan diri. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang saya inginkan?" Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, memutuskan apa yang perlu diubah dan melakukannya. Ini akan membuat Anda merasa seperti Anda mengendalikan hidup Anda. Dan Anda tidak akan punya waktu untuk menganalisis kehidupan orang lain.

4. Ingat keunikan Anda

Orang menjadi unik ketika mereka bertindak di luar pola, stereotip, aturan, dan norma umum. Kunci untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain ada di sana. Cara terbaik dan tidak traumatis untuk menemukan keunikan Anda adalah hobi. Anda perlu menentukan apa yang ingin Anda lakukan. Seringkali hobi berkembang menjadi pekerjaan penuh waktu. 

5. Kurangi waktu di media sosial

Media sosial adalah momok zaman kita. Ketika seseorang mengunjungi halaman, mereka melihat pembaruan dari teman dan kenalan mereka, foto pencapaian, dan momen bahagia lainnya. Karena itu, tampaknya kehidupan orang lain terus-menerus positif sementara Anda tidak ada yang luar biasa. Tetapi gambar-gambar bahagia dari jejaring sosial mencerminkan situasi di permukaan. Mereka tidak menunjukkan karya kolosal di baliknya. Jadi, detoks media sosial sangat penting.

Satu lagi jawaban untuk berhenti membandingkan hidup Anda dengan orang lain adalah dengan menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan apa yang Anda miliki. Anda harus sibuk dengan keluarga, teman, pekerjaan, semua hal yang penting dalam hidup Anda. Maka Anda tidak perlu lagi membandingkan diri sendiri.

6. Kendalikan pikiran 

Seperti yang Anda ketahui, ke mana pikiran pergi, energi mengalir. Jika pikiran bereaksi terhadap sinyal di sekitarnya, maka pikiran negatif, pemarah, kritis didramatisasi. Anda tidak bisa berhenti berpikir, tetapi Anda harus mengubah proses berpikir Anda. Langkah pertama adalah menghadapi kenyataan dan membuat pernyataan: "Saya membandingkan diri saya dengan sesuatu." Langkah selanjutnya adalah mengubah situasi. Jika Anda menyangkal fakta dan takut menghadapi kenyataan, Anda tidak bisa bergerak maju.

7. Mengurangi kecemasan

Semua orang cenderung mengkhawatirkan sesuatu. Tetapi tidak apa-apa untuk khawatir bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih menarik dan berwarna daripada Anda. Pendekatan ini tidak menyelesaikan masalah karena tidak ada perubahan dalam hidup Anda; hanya hal-hal negatif yang ditambahkan. Akan lebih baik jika Anda terlebih dahulu menenangkan pikiran Anda dan belajar untuk melihat kesuksesan orang lain secara merata. Kemudian, cobalah meditasi, latihan pernapasan, olahraga ringan, kreativitas, dan lainnya, dan temukan metode Anda untuk menenangkan otak.

8. Belajarlah untuk menerima kekurangan 

Ketika Anda belajar menerima kekurangan Anda, Anda akan tahu bagaimana rasanya puas dengan diri sendiri dan dengan tenang bergerak maju. Anda akan berhenti membandingkan diri Anda dengan kesuksesan orang lain, dan Anda tidak akan lagi merasa ragu dengan diri sendiri dan pencapaian Anda.

Ada satu aspek yang berguna untuk membandingkan kehidupan diri Anda dengan orang lain. Ini dapat membantu Anda menetapkan tujuan baru untuk diri sendiri. Bagi banyak orang, membandingkan dengan orang lain adalah dorongan untuk perkembangan mereka. Tetapi hal penting yang harus diingat adalah jangan mengalami emosi negatif dan merusak harga diri Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk fokus pada diri sendiri, terlibat dalam pengembangan diri, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Lain kali Anda memutuskan untuk membandingkan diri Anda dengan teman atau blogger terkenal Anda, lakukan sedikit berbeda: Pikirkan tentang apa yang dapat Anda pelajari dari orang yang menarik perhatian Anda.

YOUR TANGO

Baca juga: Ashley Graham Tak Percaya Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Keluarga

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Saatnya Puasa Media Sosial

2 hari lalu

Saatnya Puasa Media Sosial

Sejumlah pengguna internet memutuskan puasa media sosial. Konten digital memicu dampak kesehatan mental.


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

2 hari lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

4 hari lalu

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.


Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

7 hari lalu

Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

Para warganet beramai-ramai memakai tagar Mahsa Amini hingga menjadi trending di Twitter hingga membanjiri kolom komentar di akun Instagram 9gag.


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

8 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.


Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

8 hari lalu

Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

Konsorsium 303 beredar di media sosial sebagai sebuah bagan yang menunjukkan nama dan peran orang-orang yang diduga terlibat dalam suatu jaringan bisnis ilegal.


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

9 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

10 hari lalu

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

Psikolog mengatakan terlalu banyak bermain media sosial dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kondisi psikologis remaja.


Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

12 hari lalu

Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

Polresta Bogor terus memantau akun media sosial kelompok-kelompok remaja yang suka tawuran. Bikin janji tawuran di media sosial.


Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

12 hari lalu

Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

Polresta Bogor telah menangkap 18 remaja dari dua kelompok yang terlibat tawuran. Enam orang jadi tersangka. Banyak yang masih berusia 13-14 tahun.