6 Tips Menerapkan Work Life Balance untuk Ibu Bekerja

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi ibu bekerja dan anak di rumah. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Ibu Internasional diperingati setiap hari Minggu kedua bulan Mei. Perayaan ini dibuat sebagai satu hari untuk menghormati ibu. Perempuan diberi hak istimewa untuk bisa menjadi seorang ibu dan juga masih memiliki pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus full-time mother atau ibu yang juga bekerja kantoran (working mother). Kedua pilihan itu sama baiknya asalkan mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya. 

Violet Lim, CEO dan salah satu pendiri Lunch Actually  dating agency pertama dan terbesar yang ada di 5 negara, sekaligus seorang ibu dari dua anak, membuktikan bahwa perempuan tetap bisa berkarier dan berkeluarga. Dia dapat mempertahankan tanggung jawabnya di kedua peran yang berbeda dengan menerapkan keseimbangan dunia kerja sebagai gaya hidupnya atau work life balance.

Menurut Violet, wanita perlu menggunakan kekuatan mereka sebagai keuntungan mereka. Tetap merasa ‘lapar’ dan fokus pada hal-hal yang dapat anda sendiri kendalikan - dorongan, ketekunan, kegigihan anda adalah kuncinya. Misalnya, daripada mengambil jalan dengan berusaha untuk memiliki kepribadian yang lebih maskulin untuk berbaur dengan pria, kita dapat memanfaatkan kemampuan komunikasi yang baik dan keterampilan interpersonal untuk mencapai tujuan kita.

Dalam keterangan pers-nya, Violet membagikan tips agar para perempuan dapat memiliki keseimbangan dalam dunia kerja dan keluarga. 

Tips menerapkan work life balance untuk para ibu bekerja 

1. Ubah pola pikir

Setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda-beda, tetapi ingatlah bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Tidak apa-apa untuk tidak sempurna selama anda mencoba yang terbaik dalam segala hal. Cobalah untuk mengubah pola pikir anda dari 'menjadi ibu yang sempurna' ke- 'menjadi ibu yang bahagia' dan 'selalu mencapai 100 persen target di tempat kerja' menjadi 'mencapai setidaknya melebihi target minimum' dan mengerahkan yang terbaik untuk mewujudkan pola pikir tersebut menjadi kenyataan.

2. Tetapkan tujuan dan prioritas anda

Tujuan dalam karir anda mungkin mencapai tingkat CEO pada saat anda berusia 40 tahun, tujuan dalam hubungan anda mungkin untuk bisa menikah dan memiliki 2 anak pada usia 40 tahun, atau tujuan keluarga anda yakni bisa menyekolahkan anak-anak anda di sekolah terbaik pada usia 50-an. Setelah anda menetapkan semua tujuan tersebut, anda perlu memecahnya menjadi hal dan langkah yang terukur dan dapat direalisasikan. Anda juga mungkin perlu menyelaraskan kembali tujuan-tujuan itu.

Jika anda ingin mendapatkan promosi jabatan di kantor, Anda harus bekerja secara maksimal, meningkatkan keterampilan dan juga berusaha keras untuk mencapai target. Sama halnya dengan keluarga, jika Anda berencana untuk menyekolahkan anak anda di sekolah terbaik, pastikan Anda memiliki waktu untuk menemani anak belajar, tidak hanya mendorong mereka untuk belajar sendiri atau bersama gurunya.

3. Buat rencana harian

Menerapkan manajemen waktu akan membantu anda untuk lebih fokus dan produktif di tempat kerja. Buatlah rincian hal yang akan anda lakukan hari ini ‘things to do' sebelum memulai pekerjaan, buat perkiraan waktu, dan rencanakan aksi yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya. Buat juga family plan anda, misalnya, rencana hidangan meal plan, rencana liburan, quality time dengan pasangan, dan lainnya. Pastikan untuk menjadwalkannya terlebih dahulu, agar tidak ada jadwal yang bertabrakan.

4. Tetapkan batasan dalam jam kerja

Memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan akan membantu anda dalam mendapatkan waktu untuk bersama keluarga setiap hari. Mulailah membuat batasan waktu saat anda sedang tidak berkerja. Itu berarti, anda tidak boleh memeriksa email, menjawab panggilan telepon, atau bahkan memikirkan pekerjaan. Saat jam kerja berakhir, pastikan anda fokus pada keluarga dan menghabiskan waktu bersama mereka.

5. Temukan panutan yang positif (Role Model)

Lihatlah orang-orang di sekitar Anda, rekan kerja, teman, kerabat yang tampaknya memiliki segalanya. Keluarga yang penuh kasih, hubungan yang sehat, karir yang berkembang pesat, dan rasa kebahagiaan yang Nampak jelas. Mereka dapat menginspirasi Anda untuk mencapai keseimbangan karir dan memiliki keluarga bahagia yang sama. Mengamati perilaku dan nilai-nilai mereka. Apakah mereka selalu bekerja sampai jam 11 malam setiap hari atau apakah mereka mendedikasikan setiap 2-3 malam per minggu untuk berinvestasi dalam kehidupan pribadi mereka? Apakah mereka sering membatalkan makan malam keluarga karena mereka memiliki pertemuan dengan klien besok pagi atau apakah mereka tahu menghabiskan waktu bersama keluarga itu penting?

6. Jangan lupa luangkan waktu untuk teman & diri sendiri

Menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan work life balance bukan hanya tentang memberi ruang untuk keluarga. Anda harus memberi ruang untuk teman-teman  dan juga diri sendiri. Kita semua membutuhkan waktu seperti ini untuk bersantai dengan orang-orang yang kita cintai. Pergi keluar dengan teman-teman akan mengingatkan  tentang betapa hebatnya hidup Anda, dan membantu Anda lebih menghargainya. Memiliki waktu berkualitas ‘quality time’ dengan diri sendiri juga penting karena Anda akan tahu apa saja yang sudah anda lakukan, mengetahui batasan yang dimiliki, mengikuti kemauan diri sendiri, mengetahui sejauh mana Anda sudah melangkah sejauh ini serta memperbarui rencana hidup Anda.

Dibutuhkan komitmen seumur hidup untuk menjadi ibu bekerja. Tanggung jawabnya bahkan lebih besar karena ibu yang bekerja perlu melakukan pekerjaan ganda dan itu tidak bisa dilakukan semua orang. Violet mengingatkan jangan mencoba memenuhi ekspektasi orang lain. Cobalah yang terbaik untuk memiliki keseimbangan kehidupan kerja, dan bahagia dengan apa yang dimiliki.

Baca juga: Serena Williams Curhat Kesulitan Membagi Waktu Jadi Ibu, Karier dan Diri Sendiri

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Kate Middleton Akui Membesarkan Anak di Era Ini Terasa Sulit

2 hari lalu

Kate Middleton Akui Membesarkan Anak di Era Ini Terasa Sulit

Kate Middleton mengatakan bahwa seorang anak butuh dukungan emosional, bukan sekadar mendapat mainan atau hadiah.


Inilah Cara Mengatasi Gejolak Emosional Akibat Keguguran

2 hari lalu

Inilah Cara Mengatasi Gejolak Emosional Akibat Keguguran

Keguguran dapat membuat orang tua merasakan campur aduk emosi. Berikut adalah beberapa langkah mengatasi gejolak emosional akibat keguguran.


Deretan 6 Kesalahan dalam Karir yang Harus Dihindari di Usia 20-an

3 hari lalu

Deretan 6 Kesalahan dalam Karir yang Harus Dihindari di Usia 20-an

Banyak orang pada rentang usia ini yang hanya mengikuti arus dan melewatkan sejumlah hal penting di karir seharusnya di lakukan saat berusia 20-an.


Cerita Ashley Greene Kesulitan Menyusui dan Menjauhi Media Sosial saat jadi Ibu

4 hari lalu

Cerita Ashley Greene Kesulitan Menyusui dan Menjauhi Media Sosial saat jadi Ibu

Ashley Greene belajar untuk percaya bahwa dia tahu yang terbaik untuk anaknya tanpa nasihat parenting dari media sosial.


Sarah Michelle Gellar Dikritik Anak karena Jemput ke Sekolah Berpakaian Asal-asalan

6 hari lalu

Sarah Michelle Gellar Dikritik Anak karena Jemput ke Sekolah Berpakaian Asal-asalan

Sarah Michelle Gellar dan Freddie Prinze Jr. memiliki putri Charlotte, 13, dan putra Rocky, 10


Katy Perry Tampil Bold dalam Balutan Busana Metalik di G'Day USA Arts Gala

7 hari lalu

Katy Perry Tampil Bold dalam Balutan Busana Metalik di G'Day USA Arts Gala

Katy Perry juga sempat berfoto dengan Miranda Kerr, mantan istri tunangannya Orlando Bloom.


Miranda Kerr Bersyukur Jadi Ibu 3 Anak Laki-laki yang Baik dan Santun

7 hari lalu

Miranda Kerr Bersyukur Jadi Ibu 3 Anak Laki-laki yang Baik dan Santun

Miranda Kerr menceritakan kehidupannya sebagai ibu tiga anak laki-laki


Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

10 hari lalu

Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

Kaia Gerber kini lebih banyak bekerja dari rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarha


Michelle Pfeiffer Cerita Keputusan Hiatus dari Akting demi Keluarga

12 hari lalu

Michelle Pfeiffer Cerita Keputusan Hiatus dari Akting demi Keluarga

Michelle Pfeiffer mengenang masa dia bekerja saat anak-anaknya masih kecil


Jacinda Ardern Pamit di Hari Terakhir sebagai PM Selandia Baru

12 hari lalu

Jacinda Ardern Pamit di Hari Terakhir sebagai PM Selandia Baru

Jacinda Ardern secara emosional mengucapkan selamat tinggal pada hari terakhirnya sebagai pemimpin Selandia Baru.