Inilah Makanan Terburuk untuk Otak Anak Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anak makan junk food. shutterstock.com

    Ilustrasi anak makan junk food. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak membutuhkan asupan makanan menyehatkan untuk mendukung tumbuh kembangnya hingga dewasa. Namun, tidak semua anak menyukai makanan sehat. Ditambah lagi, orang tua pun tidak yakin mana yang benar-benar sehat atau tidak.

    Nutrisi dari makanan tidak hanya mempengaruhi perkembangan fisik mereka, tapi juga mental dan perilaku. Menurut laporan yang diterbitkan di The Lancet: Child & Adolescent Health pada 2020, jenis makanan yang paling buruk untuk otak anak adalah junk food atau makanan cepat saji.

    Tiga peneliti otak dan nutrisi dari Western University di London, Ontario meninjau lebih dari 100 penelitian berbeda untuk laporan ini. Studi ini mencakup beberapa penelitian sebelumnya sendiri, menyelidiki bagaimana pilihan diet yang buruk dapat mempengaruhi anak-anak dan otak remaja.

    Peneliti melaporkan bahwa anak-anak dan remaja yang sering mengonsumsi junk food dalam jumlah banyak bisa merasakan efek negatif pada perkembangan otak mereka. Ini sebagian besar karena otak remaja masih mengembangkan korteks pra-frontal, yakni bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori, perhatian, dan kontrol impuls.

    Menurut penelitian, junk food pada korteks pra-frontal yang berkembang dapat berdampak negatif pada kemampuan anak untuk mengatur sendiri pilihan makanan mereka. Akibatnya, mereka bisa memilih makanan tidak sehat hingga dewasa, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan obesitas.

    Tidak hanya itu, junk food juga dapat memiliki konsekuensi pada kontrol impuls. Namun, studi kohort terpisah dari Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology menemukan bahwa pola makan yang buruk pada remaja juga dikaitkan dengan kasus depresi yang lebih tinggi.

    Selain makanan cepat saji, studi dari University of Georgia menemukan bahwa tambahan gula di masa kanak-kanak juga dapat menyebabkan gangguan memori di masa dewasa. Namun, penelitian ini dilakukan pada tikus, sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

    Jadi, apa makanan yang menyehatkan untuk pertumbuhan otak anak? Sebuah tinjauan pada 2017 menyebutkan bahwa diet sehat untuk perkembangan anak mencakup banyak nutrisi seperti protein, karbohidrat (bukan karbohidrat olahan), lemak sehat, zat besi, vitamin A, C, dan D, serta vitamin B.

    Medical News Today menyarankan makanan seperti sayuran hijau, yogurt Yunani, ikan berlemak, dan telur sebagai bagian dari bagian dari makanan sehari-hari untuk otak anak.

    Baca juga: 6 Makanan untuk Perkembangan Otak Anak

    EAT THIS NOT THAT 

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.