Jumlah Kolagen yang Berkurang Setiap Tahun Menurut Penelitian

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolagen adalah protein struktural yang membuat kulit Anda kencang dan terangkat. Kehilangannya dapat menyebabkan munculnya garis-garis halus, kendur, dan hilangnya volume. Dan melewati akhir usia 20-an, Anda terus-menerus kehilangan suplai alami Anda. Inilah sebabnya mengapa ahli perawatan kulit selalu merekomendasikan cara untuk melindungi kolagen yang Anda miliki—serta meningkatkan produksinya.

    Tapi apakah Anda tahu persis berapa banyak Anda kehilangan? Nah, tingkat penipisan setiap orang berbeda. Gaya hidup dan faktor lingkungan semuanya memainkan peran besar, seperti halnya genetika.

    Berapa banyak kolagen yang hilang setiap tahun dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama usia Anda. Mulai dari pertengahan hingga akhir usia 20-an, keseimbangan antara seberapa banyak yang Anda produksi dan seberapa banyak Anda kehilangan. "Tubuh kita selalu menyeimbangkan produksi dan degradasi kolagen," kata dokter kulit bersertifikat Gary Goldenberg, seperti dilansir dari laman Well and Good. "Saat kita muda, tubuh kita memproduksi lebih banyak kolagen daripada yang kita rusak. Keseimbangan itu salah arah seiring bertambahnya usia karena regenerasi jaringan menurun."

    Setelah Anda melewati ambang ini (yang dipengaruhi oleh genetika), Anda kehilangan sekitar 1 persen kolagen Anda setiap tahun. Tapi ini bukan satu-satunya hal yang mempengaruhi tingkat kehilangan kolagen Anda. Sebagai permulaan, beberapa kebiasaan mempercepat penipisan kolagen.

    Merokok dan paparan sinar UV yang tidak terlindungi adalah yang utama. Satu studi mengamati kolagen di bawah sinar UV dan menemukan bahwa ada "penurunan signifikan" dalam struktur kolagen sesudahnya. Mengenai merokok, jelas bermasalah karena berbagai alasan. "Merokok mengurangi jumlah oksigen yang dikirim ke jaringan kulit. Oleh karena itu, jaringan tidak dapat beregenerasi dan lebih cenderung menjadi rusak," kata Goldenberg. Tetapi kebiasaan lain yang harus diwaspadai bisa sangat berbahaya: stres sehari-hari, diet tinggi gula, kurang tidur, dan bahkan menggunakan bahan topikal yang terlalu agresif semuanya dapat berkontribusi pada hilangnya kolagen.

    Akhirnya, hormon dan perubahan besar (terkait tahap kehidupan) dalam produksi hormon akan mengubah produksi kolagen Anda. Terutama menopause. Orang yang mengalami menopause melihat penurunan dramatis (sekitar 30 persen) dalam produksi kolagen selama waktu itu.

    Pertama dan terpenting, atasi setiap dan semua perubahan gaya hidup. Berhenti merokok. Jadilah cerdas tentang perlindungan matahari. Sesuaikan diet Anda sesuai kebutuhan. Temukan cara untuk bersantai. Dapatkan delapan jam tidur setiap malam. Hanya gunakan topikal yang mendukung kulit dan kolagen.

    Selain itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen kolagen untuk mendukung produksi alami Anda. Peptida kolagen telah terbukti membantu meningkatkan produksi alami kolagen dan molekul lain yang membentuk kulit, seperti elastin dan fibrillin, dengan mendukung fibroblas.

    Baca juga: Sebelum Coba Suplemen Berkolagen, Ketahui 5 Manfaat Kolagen untuk Wanita

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?