Menyusui Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke, Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi menyusui. MomJunction

    Ilustrasi menyusui. MomJunction

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang menyusui cenderung terhindar penyakit jantung daripada mereka yang tidak. Menurut para peneliti, penurunan risiko penyakit itu terkait dengan hormon oksitosin yang dilepaskan selama menyusui. Hormon itu dikenal mengendurkan pembuluh darah.

    Dilansir dari Elle, Kamis, 13 Januari 2022, studi yang dilakukan Medical University of Innsbruck, Austria, yang diterbitkan oleh Science Daily, Selasa, 11 Januari 2022, itu melibatkan analisis 1,2 juta catatan kesehatan wanita usia rata-rata 25 tahun, yang sudah melahirkan. Menggunakan catatan dari tahun 1986 hingga 2009 di Australia, Cina, Jepang, Norwegia, AS, serta studi multinasional, dalam penelitian itu juga ditemukan wanita menyusui lebih kecil kemungkinannya meninggal karena stroke.

    Selain itu, studi juga menunjukkan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Kemungkinan ini karena banyak wanita yang mengalami penurunan berat badan pada tahap awal menjadi ibu karena menyusui meningkatkan pembakaran kalori.

    Peter Willeit, penulis senior studi tersebut, yang juga seorang profesor epidemiologi klinis di Innsbruck, mengatakan bahwa studi ini harusnya membuat wanita menyadari manfaat menyusui bagi kesehatan bayi dan kesehatan pribadi mereka sendiri.

    “Temuan ini dari studi berkualitas tinggi yang dilakukan di seluruh dunia menyoroti kebutuhan untuk mendorong dan mendukung menyusui, seperti lingkungan kerja yang ramah menyusui, dan pendidikan dan program menyusui untuk keluarga sebelum dan sesudah melahirkan,” kata dia.

    Penelitian baru ini menunjukkan bahwa manfaat kardiovaskular pada ibu dapat bertahan hingga 10 tahun setelah dia selesai menyusui.

    WHO merekomendasikan menyusui secara eksklusif selama sekitar enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah itu, mereka mendapat makanan pendamping air susu ibu atau MPASI. Menyusui disarankan sampai dua tahun, setelah itu nutrisi mereka harus berasal dari makanan mereka karena manfaat ilmiah dari menyusui di atas usia ini berkurang.

    Di antara manfaat lain yang didapat dari menyusui adalah perlindungan terhadap infeksi pada bayi serta mengurangi kemungkinan ibu terkena kanker payudara dan ovarium.

    Baca juga: Menyusui dapat Bantu Meningkatkan Kesehatan Otak Ibu Jangka Panjang

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?