Ketahui Penyebab Jerawat Kistik dan Cara Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi perempuan berjerawat. (Pixabay/Sharon McCutcheon)

    Ilustrasi perempuan berjerawat. (Pixabay/Sharon McCutcheon)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerawat dalam dan kistik jadi salah satu masalah kulit yang paling melelahkan secara emosional dan fisik. Selain membuat kulit rusak, rasa sakit yang ditimbulkannya membuat jerawat ini mustahil didiamkan. Jika ditekan satu, akan muncul yang lain di dekatnya.

    Menurut dokter kulit bersertifikat Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Mount Sinai Medical Center di New Kota York, Amerika Serikat, jerawat kistik ditandai dengan munculnya nodul inflamasi yang lunak di bawah kulit.

    Sering disebut jerawat batu, jerawat kistik, yang sering muncul di dagu, tetapi juga bisa muncul di tempat lain di wajah dan bahkan di lengan atau punggung. Biasanya muncul lagi dan lagi di lokasi yang sama.

    Jerawat kistik sering dipicu oleh makanan, stres, dan hormon. Diet memang bukan satu-satunya penyebab jerawat kistik, tetapi menurut makanan tertentu telah dikaitkan dengan memburuknya jerawat. Makanan tersebut antara lain susu skim, protein whey, suplemen vitamin B12, dan makanan yang tinggi gula.

    Perubahan gaya hidup, seperti mengubah pola makan dan mengurangi stres, dapat membantu membersihkan kulit. "Hormon yang sama yang mempersiapkan tubuh kita untuk menghadapi situasi stres juga mendorong kelenjar minyak kita menjadi overdrive, yang dapat menyebabkan jerawat,” kata Dr. Zeichner, yang dilansir dari Allure. 

    Selain itu, hormon androgen seperti testosteron juga merangsang kelenjar minyak. "Karena kadar hormon naik dan turun selama siklus menstruasi, jerawat bisa muncul di sekitar waktu menstruasi," katanya.

    Jerawat ini sering kali sulit diobati, jadi dokter kulit biasanya merekomendasikan kombinasi resep oral dan topikal serta perubahan gaya hidup, seperti mengurangi stres.

    Suntikan kortison juga bisa cepat mengeringkan jerawat bandel ini. Tapi tidak semua orang punya waktu atau uang untuk ke dokter kulit saat masalah itu datang, Selain itu, suntikan ini tidak dapat mengatasi masalah dalam jangka panjang.

    Jadi, perawatan juga bisa dilakukan di rumah. Zeichner mengatakan cara terbaik untuk mengobati jerawat adalah dengan menggunakan bahan-bahan berbeda yang bekerja secara berbeda dan saling melengkapi. Dia merekomendasikan pendekatan dua bahan, dengan fokus pada asam salisilat dan benzoil peroksida. Untuk mencegah iritasi saat menggunakan yang terakhir, pastikan mengoleskan kulit dengan pelembap ringan terlebih dahulu, katanya, kemudian mengobati kista dengan lapisan super tipis dengan persentase benzoil peroksida terendah.

    Jika tiga bulan perawatan tidak ada perbaikan atau muncul jaringan parut jerawat permanen, dokter kulit mungkin akan meresepkan spironolakton, obat oral untuk mereka yang memiliki jerawat dewasa. Obat ini menghalangi kelebihan hormon yang meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan jerawat kistik.

    Baca juga: Jerawat Batu, Apa Bedanya dengan Jerawat Biasa? Intip Obatnya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     
     

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?