Sandra Bullock Mengalami PTSD setelah Rumahnya Dimasuki Penyusup pada 2014

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Aktris AS Sandra Bullock lancar berbicara Jerman, yang merupakan salah satu bahasa yang cukup sulit untuk dipelajari. REUTERS

    Aktris AS Sandra Bullock lancar berbicara Jerman, yang merupakan salah satu bahasa yang cukup sulit untuk dipelajari. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandra Bullock mengaku menderita post-traumatic stress disorder atau PTSD setelah rumahnya dimasuki penyusup pada 2014. Saat penyusup berada di dalam rumah selama satu jam, aktris peraih Oscar itu sedang tidur. 

    “Rumah saya dibobol. Saya ada di dalamnya," kata Bullock dalam Red Table Talk Facebook dengan Jada Pinkett Smith, Willow Smith, dan Adrienne Banfield-Norris, yang dikutip People, Kamis, 2 Desember 2021. 

    Malam itu putranya, Louis, sedang dibawa pengasuhnya ke apartemen karena Bullock akan pulang terlambat. Dia tak membayangkan apa yang terjadi seandainya sang putra berada di rumah, mungkin takdir mereka berbeda. 

    Aktris Speed itu mengatakan bahwa penyerangan itu mengubahnya. “Pelanggaran terhadap itu… Saya tidak lagi sama setelah itu," kata dia. "Saya tidak sendirian sejak hari itu terjadi."

    Penyerang itu tertangkap. Tapi di kecewa karena penangkapan itu berujung pertengkaran dengan SWAT dan akhirnya si penyerang bunuh diri. 

    Setelah itu, Bullock menjalani beberapa tahap proses penyembuhan. Dia awalnya tidak menyadari sedang mengalami PTSD. Tapi dia merasa ada yang berbeda. Dia sering menangis, melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda, dan sebagainya.

    "Dan saya berpikir, saya adalah orang tua tunggal, dan anak ini tidak akan menyerap apa pun selain rasa takut, trauma, dan rasa malu dari saya di saat-saat paling penting dalam hidupnya," katanya. "Dan saya tidak ingin menjatuhkan beban bagasi itu ke anak saya."

    Bullock kemudian menjelaskan bahwa dia menemukan pengobatan PTSD EMDR, yaitu Eye Movement Desensitization Reprocessing Therapy. “Itu yang paling menyembuhkan. Saya sangat takut melakukannya," katanya.

    Meskipun terapi itu dirancang untuk membantunya memproses peristiwa itu, Bullock mengatakan itu juga membawanya kembali ke saat-saat dari hubungan masa lalu dan saat-saat dari masa kecilnya ketika dia merasa tidak aman.

    “Ketika saya keluar dari situ, saya menyadari bahwa saya sering bersama dengan orang-orang dan situasi yang tidak aman dan menempatkan diri saya di sana,” katanya. “Saya tidak menyalahkan orang lain selain diri saya sendiri karena itu adalah perasaan paling akrab yang saya miliki," kata Sandra Bullock.

    Baca juga: Rahasia Kecantikan Sandra Bullock, Perawatan Kulit Minimal dan Rutin Menari

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?