Mengapa Berat Badan Bertambah Saat Menstruasi?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita menimbang berat badan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menimbang berat badan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat menstruasi beberapa wanita merasakan berat badannya naik, terlebih wanita yang rutin menimbang badannya akan menyadari bahwa berat badannya naik. Hal ini normal terjadi. 

    Dilansir dari Medicalnewstoday.com, saat menstruasi nafsu makan seseorang cenderung berubah. Sebelum memasuki fase menstruasi, nafsu makan naik saat fase folikuler atau sebelum ovulasi dan fase luteal setelah ovulasi dan memasuki hari pertama haid. 

    Saat fase folikuler, hormon estrogen meningkat. Estrogen merupakan hormon yang dapat menekan nafsu makan seseorang. Hal ini memungkinkan wanita dalam fase ini memiliki nafsu makan yang lebih sedikit. 

    Sebaliknya, saat fase luteal, yaitu setelah ovulasi hingga masuk hari pertama haid yang dominan adalah hormon progesteron. Hormon progesteron ini dapat merangsang nafsu makan seseorang sehingga wanita dalam fase luteal nafsu makannya meningkat.  

    Perempuan memakan lebih banyak kalori selama fase luteal menstruasi. Pada 2016 terdapat penelitian yang menemukan wanita cenderung memakan banyak protein pada fase luteal. Juga mereka melaporkan bahwa keinginan untuk makan permen, coklat, dan makanan asin meningkat. 

    Selain itu, saat menstruasi beberapa wanita mengalami kenaikan retensi air dan garam. Kenaikan ini disebabkan oleh hormon progesteron. Hormon ini dapat mengaktifkan hormon aldosteron yang menyebabkan ginjal menahan air dan garam. 

    Dikutip dari bisnis.com, sebagian wanita berat badannya naik sekitar 2-3 kilogram saat menstruasi. Akan tetapi setelah menstruasi berakhir, berat badan ekstra kan turun secara otomatis karena yang bertambah hanya berat air.. Biasanya kenaikan ini terlihat pada 3-4 hari sebelum siklus menstruasi dan akan hilang pada 2-3 hari setelah menstruasi. 

    Retensi air bisa menyebabkan kembung dan bengkak pada bagian tertentu terutama pada kaki, lengan dan perut. Sehingga berat badan terlihat seperti naik. Disebutkan pula oleh medicalnewstoday.com, retensi air bukan pertanda bahwa berat badan bertambah. 

    Untuk mengurangi berat air atau retensi air saat periode menstruasi, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut, yaitu minum lebih banyak air, saat Anda ingin memakan makanan manis, alih alih memakan permen, ganti dengan buah. 

    Selain itu agar berat badan tidak semakin naik saat menstruasi, dikutip dari healthline.com, Anda juga dapat minum diuretik atau obat yang dapat mengeluarkan kelebihan air dan garam, mengkonsumsi suplemen magnesium yang didapatkan dari resep dokter, dan tetap bergerak seperti berolahraga atau aktivitas fisik lainnya.

    TATA FERLIANA

    Baca juga: 9 Penyebab Menstruasi Datang Lebih Awal, Perubahan Rutinitas hingga Kontrasepsi

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.