Alasan Tantri Kotak Tunda Anak Pertamanya Masuk SD

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tantri Syalindri atau Tantri Kotak bersama suami, Arda Naff, dan kedua anaknya (Instagram/@tantrisyalindri)

    Tantri Syalindri atau Tantri Kotak bersama suami, Arda Naff, dan kedua anaknya (Instagram/@tantrisyalindri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti banyak orang tua, Tantri Syalindri Ichlasari atau Tantri Kotak dan suaminya, Hatna Danarda atau Arda Naff bingung menentukan waktu yang tepat untuk mendartarkan anak ke sekolah dasar (SD). Anak pertama mereka, Karanada Median Danarda, saat ini berusia lima tahun dan sudah TK B. Ini artinya dia bisa mendaftar SD untuk tahun ajaran baru 2022/2023, ketika Kara berusia enam tahun.

    Namun, vokalis band Kotak itu merasa saat ini terlalu dini. Dia pun melakukan survei kecil melalui media sosialnya tentang usia yang tepat untuk anaknya. Jawabannya ternyata bukan hanya usia, banyak faktor lain yang menentukan kesiapan anak untuk bersekolah.

    Aku menyimpulkan bahwa dari semua, yang dilihat justru bukan usianya, tapi kesiapan anak untuk bisa berinteraksi dengan orang lain. Karena perkembangan setiap anak berbeda, ada yang usia 6th sudah siap untuk sekolah gpp juga, begitupula usia 7th yang sudah makin siap,” kata Tantri, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Menurut Tantri kesiapan dan kematangan anak untuk masuk SD ini bisa diketahui dari beragam tes. Tes ini bisa dilakukan di sekolah atau psikolog.

    Sekolah pun kini memiliki beragam kriteria siswa baru yang akan diterima. Ada sekolah yang hanya menerima murid dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), ada juga yang tidak. Metode pembelajaran yang diterapkan di setiap sekolah pun berbeda.

    Kebetulan kemarin ikutan zoom meeting di bakal calon SD yang kami pilih untuk Kara, disana tidak mewajibkan akan sudah bisa calistung,” kata dia.

    Namun, Tantri dan Arda Naff akhirnya memutuskan Kara tidak mendaftar untuk tahun depan. Mereka memutuskan anaknya masuk SD di tahun ajaran 2023/2024, saat Kara berusia tujuh tahun. Alasannya, Tantri ingin anaknya memiliki mental yang lebih siap untuk menerima banyak hal baru dengan suasana yang berbeda dari taman kanak-kanak. Apalagi, selama TK B yang seharusnya bisa bersosialisasi dan banyak bermain selayaknya anak-anak, tidak didapatkan Kara karena lebih banyak belajar di rumah.

    Yang ditakutkan masuk SD, ketemu banyak pelajaran, malah jadi ga happy anaknya,” tulis Tantri Kotak. “Semoga pilihan ini menjadi pilihan terbaik, untuk akademis dan mentalnya," kata dia. 

    Menurut Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019, usia deial anak masuk SD adalah usia 7 sampai 12 tahun, atau paling rendah berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli. 

    "Tahun depan akan banyak kegiatan menarik yang bisa menstimulasi kesiapan dia untuk masuk SD di tahun berikutnya. Begini ternyata jadi orang tua,” Tantri Kotak melanjutkan, dengan emoji tertawa.

    Baca juga: Tantri Kotak Menyunat Anak Laki-lakinya di Usia 1 Tahun, Ini Alasannya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.