Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Mi Instan Indonesia, Korea, dan Jepang

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mi instan (Pixabay.com)

    Ilustrasi mi instan (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak suka dengan mi instan. Kebanyakan orang Asia pasti menyukainya. Tak heran banyak perusahaan di negara-negara Asia yang memproduksinya.

    Mi instan dari berbagai negara ini pasti punya karakteristik masing-masing. Indonesia terkenal dengan Indomie-nya, Korea dengan samyangnya, dan Jepang dikenal sebagai tempat pembuatan mi instan pertama kali. Lalu, apa bedanya mi instan dari ketiga negara ini?

    Pertanyaan ini dijawab oleh Xitong Zou di laman Quora, sebuah platform tanya jawab. Zou lahir di Cina, dibesarkan di Kanada, lalu tinggal di Amerika Serikat dan Korea. Ia merasa punya kualifikasi menjawab pertanyaan ini karena pernah mencicipi mi instan dari negara-negara tersebut.

    Menurut Zou, mi instan dari ketiga negara umumnya berbeda. Tapi, ia tak mengatakan ada yang lebih baik dari yang lain.

    Mi Instan Jepang

    Di Jepang, ada beberapa merek mi instan seperti Nissin, Sapporo Ichiban, Maruchan, dan sebagainya. Mi instan produksi Jepang biasanya adalah mi gandum dan memiliki bentuk tipis, tapi tidak setipis mi beras.

    Rasa mi instannya juga cenderung konvensional atau tradisional seperti rasa shoyu (kecap), shio (garam), dan misao (ramen asli). Orang Jepang punya kecenderungan tidak bereksperimen dengan rasa yang liar atau tidak dibutuhkan.

    Mereka berfokus pada rasa yang cocok dengan lidah mereka. Selama tujuh dekade, mi instan di Jepang yang ditemukan umumnya hanya berputar di rasa-rasa tersebut. Jarang sekali ada yang lebih dari satu bumbu.

    Mi Instan Korea

    Beberapa mi instan Korea yang terkenal adalah Samyang, Nong Shim, Paldo, dan lainnya. Tak seperti mi instan Jepang yang tipis, mi instan Korea justru jauh lebih tebal, hampir seperti Udon.

    Mi instan Korea mempunyai rasa cenderung pedas, seperti Shin Ramyun atau Buldak Bokkeumyeon yang populer. Rasa kimchinya juga berlimpah.

    Beberapa merek bahkan menambahkan sebungkus kimchi, baik kering atau basah, untuk ditambahkan dalam mi instan. Seperti mi instan Jepang, mi instan Korea mempertahankan kesederhanaan bumbunya dengan hanya ada satu sampai dua bungkus bumbu ditambah dengan sebungkus kimchi atau gochujang.

    Mi Instan Asia Tenggara

    Dalam jawabannya, Zou tidak langsung menyebut mi instan Indonesia, tapi memasukkannya dalam kategori mi instan Asia Tenggara. Beberapa mi instan Asia Tenggara yang terkenal versinya adalah Indomie, Monde Nissin, dan Mama.

    Menurut Zou, mi instan Asia Tenggara juga sedikit tipis kemasannya juga lebih kecil daripada mi instan Jepang, Korea, atau Cina. Meski tidak begitu yakin alasannya, dugaannya adalah karena porsi makan orang Asia Tenggara yang kecil.

    Rasa mi instan di Asia Tenggara juga lebih bervariasi, tetapi tetap bersifat regional. Indomie Mi Goreng atau varian Mama Yum Tom misalnya, terasa seperti masakan tradisional Asia Tenggara yang pedas dan sedikit asam.

    Meski pedas, tapi tidak sepedas mi pedas Korea dan mi Mala Cina. Kemasan bumbunya juga mencakup banyak rempah-rempah dan minyak, ada juga kemasan sayurannya. Mi instan Asia Tenggara juga cenderung lebih murah, menurut Zou itu mungkin karena porsinya yang lebih kecil.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga: Dibuat Pasca Perang Dunia II, Inilah Sejarah Mi Instan Pertama di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.