3 Alasan Penderita Diabetes Lebih Sulit Menurunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan penderita diabetes disarankan untuk menurunkan berat badan agar gula darah lebih terkendali. Namun, banyak yang gagal melakukannya. Bukan karena penderita diabetes kurang berusaha, tapi mereka memang lebih sulit melakukannya karena alasan khusus.

    Berikut penyebab penderita diabetes lebih sulit menurunkan berat badan yang dilansir dari Pink Villa.

    Resistensi insulin

    Ketika makan karbohidrat, gula darah naik. Insulin juga disekresikan secara bersamaan oleh pankreas untuk membantu mengeluarkan glukosa dari darah dan masuk ke dalam sel di mana ia digunakan untuk menghasilkan energi. Namun, pada orang dengan diabetes tipe 2, proses ini tidak berfungsi dengan baik lagi. Tubuh mereka menjadi resisten terhadap aksi insulin, sehingga insulin tidak efektif memindahkan glukosa dari darah.

    Untuk mengurangi glukosa darah tinggi ini, tubuh membuat lebih banyak insulin. Namun insulin memiliki satu fungsi lagi, yaitu membantu menyimpan lemak dan menghalangi pelepasan lemak dari penyimpanan lemak. Karena itu, bukannya menurunkan berat badan, penderita diabetes justru terus bertambah berat badannya.

    Sering lapar

    Penderita diabetes diminta menurunkan berat badan dengan mengurangi karbohidrat atau makan dalam porsi kecil. Namun, kebanyakan penderita diabetes sering tetap lapar. Camilan sering kali tinggi karbihidrat yang menimbulkan lonjakan gula darah. Orang yang lapar akan makan lebih banyak, sehingga berat badannya bertambah.

    Obat diabetes

    Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, insulin membantu menyimpan lemak, jadi mengonsumsi insulin untuk pengobatan diabetes itu sendiri dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Beberapa obat oral diabetes dapat merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin sehingga menyebabkan penambahan berat badan.

    Orang dengan diabetes tipe 2 resisten insulin, artinya jaringan mereka tidak merespons insulin sebagaimana mestinya. Jika tubuh tidak merespon insulin, maka gula darah akan tetap tinggi, dan tubuh akan memproduksi lebih banyak insulin. Oleh karena itu, solusi termudah adalah dengan menurunkan penyebab gula darah tinggi, yaitu konsumsi karbohidrat. Penderita diabetes harus merencanakan diet harian yang tepat dengan dokter gizi.

    Itu sebabnya, penurunan berat badan mungkin lebih sulit pada penderita diabetes.

    Baca juga: Waktu Makan yang Disarankan untuk Pengidap Diabetes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.