Tanaman Herbal yang Bermanfaat untuk Kesehatan Wanita Pascamenopause

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita paruh baya memegang segelas air. Freepik.com

    Ilustrasi wanita paruh baya memegang segelas air. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring bertambahnya usia, tak perlu dikatakan bahwa kita semua ingin menjaga kesehatan kita. Tetapi dalam kasus wanita pascamenopause, penurunan estrogen membuat mereka rentan terhadap stres oksidatif. Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menunjukkan ada ramuan yang dapat mendukung berbagai aspek penuaan yang sehat pada wanita.

    Menurut penulis penelitian, ginseng merah Korea yang mungkin Anda kenal sebagai Panax ginseng, diduga memiliki efek menguntungkan pada penuaan dan kapasitas antioksidan. Dengan pemikiran ini, mereka ingin mengeksplorasi apakah gingseng merah Korea akan mendukung penuaan biologis yang sehat dan kapasitas antioksidan pada wanita pascamenopause secara khusus.

    Untuk mengetahuinya, 63 wanita pascamenopause diacak untuk menerima 2 gram ginseng (33 peserta) atau plasebo (30 peserta) selama delapan minggu. Selama waktu ini, nomor salinan DNA mitokondria (mtDNA) mereka dipantau untuk menilai penuaan biologis, seperti status antioksidan total (TAS). Peserta juga berbagi tingkat energi dan kewaspadaan mereka sebelum dan sesudah penelitian.

    Setelah delapan minggu, mereka yang diberikan KRG memiliki jumlah yang jauh lebih baik, termasuk lebih banyak salinan mtDNA (yaitu, lebih sedikit penuaan) dan TAS (yang berarti status antioksidan yang lebih baik), serta tingkat energi yang meningkat, dibandingkan dengan kelompok plasebo.

    Seperti yang ditulis oleh penulis penelitian, "Jumlah salinan mtDNA dikaitkan dengan penuaan dan stres oksidatif. Oleh karena itu, hasil kami menunjukkan bahwa mengonsumsi gingseng merah Korea dapat meningkatkan fungsi mitokondria, yang secara negatif [yaitu, berbanding terbalik] terkait dengan penuaan biologis." Dengan kata lain, semakin baik kinerja mitokondria Anda (fungsinya dan semakin banyak salinan DNA-nya), semakin sedikit proses penuaan yang terjadi.

    Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis dan durasi optimal untuk suplementasi dengan ginseng. Perlu juga disebutkan bahwa peserta dalam penelitian ini hanya wanita pascamenopause Korea, dan peneliti tidak dapat mengontrol variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil mereka. Namun demikian, "Temuan kami konsisten dengan penelitian sebelumnya tentang efektivitas KRG," kata para peneliti, seperti dilansir dari laman Mind Body Green.

    Panax ginseng sudah tersedia di pasaran saat ini jika Anda penasaran untuk mencobanya untuk mendukung kesehatan perimenopause. Namun seperti biasa, bicarakan dengan dokter Anda sebelum memasukkan suplemen baru ke dalam rutinitas Anda.

    Baca juga: Alasan Ukuran Payudara Berubah saat Hamil, Melahirkan, dan Menopause


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.